<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alur kali juwana &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/alur-kali-juwana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jan 2020 12:05:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Ketinggian Air di Alur Kali Juwana Kembali Merambat Naik</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-kembali-merambat-naik.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-kembali-merambat-naik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2020 12:05:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[alur kali juwana]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dk. biteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10852</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Turunnya hujan deras di kawasan Lereng Muria sejak menjelang subuh dini hari tadi menyebabkan, permukaan air alur Kali Juwana kembali merambat naik. Sehingga limpasannya sudah ada yang memasuki areal persawahan dan pelataran rumah warga yang selama ini menjadi langganan banjir kiriman, yaitu Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati. Bahkan, dari pantauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10850" aria-describedby="caption-attachment-10850" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-10850" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200114_190131.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200114_190131.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200114_190131-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10850" class="wp-caption-text">Beberapa petak areal persawahan warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, sejak pagi hingga siang ini masih dirambah genangan air akibat merambat naiknya permukaan air di Kali Juwana (atas). Limpasan air dari alur kali tersebut juga sudah memasuki pelataran depan beberapa rumah warga, utamanya yang berlokasi di sisi utara (bawah).</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Turunnya hujan deras di kawasan Lereng Muria sejak menjelang subuh dini hari tadi menyebabkan, permukaan air alur Kali Juwana kembali merambat naik. Sehingga limpasannya sudah ada yang memasuki areal persawahan dan pelataran rumah warga yang selama ini menjadi langganan banjir kiriman, yaitu Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati.</p>
<p>Bahkan, dari pantauan Samin-News (SN) beberapa lokasi di kawasan perkotaan, seperti Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Kota Pati juga mulai kemasukan limpasan air dari alur Kali Sani. Demikian pula, untuk Dukuh Karangdowo, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kota Pati  maupun dukuh lainnya seperti Ngipik sebelah timur akibat limpasan air dari alur Kali Simo.</p>
<p>Terlepas dari kawasan perkotaan, termasuk di ruas jalan nasional Pati-Juwana yang tergenang akibat meluapnya air dari alur kali yang sama (Simo, untuk kawasan wilayah di tepi alur Kali Juwana, masih relatif aman. Kendati air dari alur kali tersebut terus merayap naik akibat tingginya curah hujan di kawasan Lereng Muria, tapi kebanyakan tidak sampai masuk ke perkampungan warga.</p>
<p>Dengan demikian, kata beberapa warga di pinggir alur Kali Juwana, seperti di Dukuh Biteng, kondisi tersebut belum begitu mengkhawatirkan. &#8221;Akan tetapi kami pun tetap mengharap agar banjir tidak terjadi, sehingga mudah-mudahan curah hujan di Muria maupun di Pegunungan Kendeng tidak terlalu tinggi,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Subandi (44).</p>
<p>Berkurangnya curah hujan di kedua kawasan itu, katanya lagi, sudah pasti gelontoran derasnya air dari hulu bisa dihindari sehingga daerah hilir semua akan dalam posisi tetap aman. Dengan kata lain, jika banjir tidak terjadi maka warga di sepanjang pinggir alur kali bisa memanen padi hasil jerih payahnya.</p>
<p>Hal itu tentu menjadi harapan bersama seluruh warga, apalagi bagi mereka yang saat ini tanaman padi miliknya sudah mulai memasuki proses masa pembuahan. Dengan demikian, dalam proses tersebut akan mengantar dan membentuk bulir-bulir untuk menunggu masa penuaan atau masa panen, paling membutuhkan waktu satu setengah bulan.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, jika banjir kiriman bisa dihindari karena rendahnya curah hujan di dua kawasan tersebut, tidak hanya warga yang berdomisili di pinggir alur Kali Juwana semata yang bisa menikamati hasil jerih payahnya dalam menanam padi. Akan tetapi warga di Kabupaten Pati, benar-benar akan mengalami panen raya antara Maret s/d April mendatang.</p>
<p>Sebab, rata-rata tanaman padi muda saat ini sudah berumur antara dua minggu s/d satu bulan sehingga dalam kurun waktu hingga Maret mendatang kalau proses pembuahannya aman tidak tergenang banjir atau diserang hama, utamanya tikus maka Pati akan mengalami panen raya. &#8221;Harapan kami para petani hanyalah itu, maka semoga saja banjir akibat melauapnya alur Kali Juwana jangan sampai terjadi,&#8221;katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-kembali-merambat-naik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketinggian Air di Alur Kali Juwana Sedikt Menurun</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-sedikt-menurun.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-sedikt-menurun.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 04:33:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[alur kali juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10784</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI -Menurunnya sedikit curah hujan baik di kawasan Lereng Muria maupun Pegunungan Kendeng utara, selama dua hari terakhir ini berpengaruh pada ketinggian air di alur Kali Juwana. Untuk sementara hal itu disambut sedikit lega oleh para petani di kawasan alur kali tersebut, baik di wilayah Kecamatan Margorejo, Pati, dan juga di Kecamatan Gabus. Paling tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> -Menurunnya sedikit curah hujan baik di kawasan Lereng Muria maupun Pegunungan Kendeng utara, selama dua hari terakhir ini berpengaruh pada ketinggian air di alur Kali Juwana. Untuk sementara hal itu disambut sedikit lega oleh para petani di kawasan alur kali tersebut, baik di wilayah Kecamatan Margorejo, Pati, dan juga di Kecamatan Gabus.</p>
<p>Paling tidak untuk saat ini tanaman padi mereka yang rata-rata sudah berumur lebih dari satu bulan, masih selamat dari ancaman banjir yang bisa datang setiap saat di musim penghujan seperti sekarang. Sehingga itu menjadi hal biasa karena banjir kiriman dari hulu selama ini memang tidak bisa dicegah maupun dihindari.</p>
<p>Menurunnya sedikit ketinggian air alur Kali Juwana, dari pantauan Samin News (SN) di kawasan hilir yang selama ini perkampungan warga menjadi langganan genangan air, seperti Desa Kosekan, Tanjang, Babalan hingga Banjarsari sendiri, praktis di areal persawahan petani yang semua sudah tertanami padi, memang tidak terdapat genangan air berlebihan. Itu artinya, tanaman padi mereka masih aman.</p>
<p>Jika sementara mereka menyatakan demikian karena sewaktu-sewaktu genangan air bisa kembali terjadi, tergantung kondisi curah hujan di Muria maupun di Kendeng. &#8221;Demikian pula, ancaman tergenangnya tanaman padi bisa terjadi di bulan berikutnya, karena musim penghujan pun masih berlanjut paling tidak hingga Maret atau April mendatang,&#8221;ujar salah seorang petani di Desa Tanjang.</p>
<figure id="attachment_10783" aria-describedby="caption-attachment-10783" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10783" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200109_112734.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200109_112734.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200109_112734-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10783" class="wp-caption-text">Salah seorang petani Dukuh Biteng, Desa Banjarsari saat berangkat ke sawah harus berperahu karena areal sawahnya berlokasi di seberang alur Kali Juwana.</figcaption></figure>
<p>Kendati turunnya hujan berlanjut karena sedang musimnya, kata Tarjo (57) petani asal Dukuh Biteng, asal turunnya hujan itu normal maka seluruh warga di sepanjang alur Kali Juwana tetap aman. Sedangkan harapan mereka tanaman padi hasil jerih payahnya pun tidak harus terendam air karena saatnya panenan tidak terjadi luapan glontoran air dari hulu.</p>
<p>Dengan kata lain, banjir bagi warga di pinggir kali itu adalah hal biasa tapi datangnya saja yang diharapkan agar tidak bersamaan saat tanaman padi hasil jerih payahnya siap panen. Menyangkut waktu panen yang tidak bisa tetap, karena hal itu tergantung kondisi tanaman awal yang biasanya tergantung pada ketersediaan air hujan.</p>
<p>Sedangkan alternatif yang selama ini dilakukan warga di pinggir kali, adalah menggunakan mesin pompa air. Akan tetapi, itu pun tergantung kondisi air yang tersedia di alur kali tersebut, karena untuk alur Kali Juwana setiap musim kemarau itu pasti asin, sehingga baru bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanaman setelah turun hujan.</p>
<p>Karena kondisi serba merepotkan tersebut, akhirnya menjadi hal biasa sehingga menghadapi ancaman datangnya banjir pun menjadi hal biasa pula. &#8221;Jika banjir terjadi setelah selesainya panen padi musim tanam (MT) pertama, itulah harapan para petani agar bisa menikmati hasil jerih payahnya,&#8221;imbuh dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/ketinggian-air-di-alur-kali-juwana-sedikt-menurun.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
