<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERISTIWA &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/category/peristiwa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 14:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>
	<item>
		<title>Keluarga Korban Tongtek di Desa Talun Datangi Polresta Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57629</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf. “Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf.</p>
<p>“Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan ada damai, walaupun kami sudah memaafkan,” tegas Nailis Saadah saat menyampaikan pernyataannya, Sabtu (28/3/2026) Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus ini, keluarga korban bersama perangkat desa serta sejumlah pemuda Desa Talun mendatangi Polresta Pati.</p>
<p>Kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus yang menewaskan anggota keluarga mereka, rombongan berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan kejelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan adil.</p>
<p>“Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan, Kami ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan pelaku mendapat hukuman setimpal,” ujar salah satu keluarga korban.</p>
<p>Peristiwa tongtek yang berujung maut tersebut sebelumnya sempat menggegerkan warga Desa Talun, Hingga kini, kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian.</p>
<p>Pihak keluarga berharap tidak ada upaya penyelesaian di luar jalur hukum dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas demi keadilan bagi korban.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger Penemuan Pemuda Gantung Diri di Tlogowungu</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:22:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[pati terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tlogowungu Pati temukan pemuda tewas gantung diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57619</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026). Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh saksi berinisial D (50), warga setempat yang saat itu hendak mencari pakan ternak di lokasi kejadian.</p>
<p>“Sekitar pukul 06.00 WIB saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh menggunakan tali,” katanya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil saksi lain, yakni N (44) dan R (45), yang berada tidak jauh dari lokasi. Perangkat desa setempat segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Petugas Polsek Tlogowungu bersama tim medis dari Puskesmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>“Setibanya di lokasi, korban sudah tidak bergerak dengan posisi masih tergantung dan jarak kaki dengan tanah hanya sekitar beberapa sentimeter,” jelasnya.</p>
<p>Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area guna kepentingan penyelidikan.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban serta tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa gantung diri,” ungkap AKP Mujahid.</p>
<p>Ia menjelaskan diduga sebelum kejadian, korban mengalami permasalahan rumah tangga yang memicu pertengkaran dengan istrinya.</p>
<p>“Informasi dari keluarga, korban sebelumnya terlibat cekcok dengan istrinya yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi,” terang AKP Mujahid.</p>
<p>Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dukuh Brito Digemparkan Penemuan Pria Meninggal Dunia Gantung Diri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:02:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57613</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi. Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi.</p>
<p>Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak di lahan kebun milik Muhari.</p>
<p>Korban diketahui bernama Suroto (31), warga Desa Perdopo RT 01 RW 03, Kecamatan Gunungwungkal, kejadian tersebut sontak membuat saksi panik, Daliman kemudian segera memanggil warga sekitar dan menghubungi Ngatmanto serta Rumadi yang merupakan perangkat Desa Cabak, Keduanya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Tlogowungu segera datang ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam pemeriksaan di lokasi, polisi juga menemukan sebuah kendaraan bermotor Honda PCX berwarna putih yang diduga kuat milik korban, terparkir di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia kurang dari enam jam sebelum ditemukan, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>“Termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia,” tutupnya</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Bermuatan Keranjang Ayam Terbakar di Pakis Tambakromo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 09:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57606</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.</p>
<p>Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu sedang terparkir dan bermuatan keranjang plastik ayam.</p>
<p>Dua saksi di lokasi, Ahmad Sauji dan Gunawan, yang melihat langsung kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Teriakan mereka membuat warga berdatangan untuk membantu memadamkan api sekaligus menghindari meluasnya kebakaran.</p>
<p>Warga bersama petugas kemudian berupaya memadamkan api yang terus membesar setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WIB.</p>
<p>Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar, Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro, mewakili Kasatreskrim Kompol Dika Hadian Widyatama, mengatakan kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp450 juta,” ungkap AKP Iswantoro.</p>
<p>Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran truk tersebut. Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragedi Berdarah Pengeroyokan di Talun Ajukan Saksi Baru, Kuasa Hukum; Keadilan Harus Ditegakkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 13:54:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKRIM]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57577</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Guna melengkapi Penyidikan sebelum berkas dinyatakan lengkap P21 oleh tim penyidik Polresta Pati ke tingkat Kejaksaan, pihak keluarga korban ajukan saksi-saksi baru. Menurut Kuasa Hukum Korban, hal ini (penambahan saksi-saksi) dipandang perlu supaya dalam penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara adil dan transparan. (16/03) Untuk diketahui, pada Sabtu (15/03) malam, ratusan warga telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Guna melengkapi Penyidikan sebelum berkas dinyatakan lengkap P21 oleh tim penyidik Polresta Pati ke tingkat Kejaksaan, pihak keluarga korban ajukan saksi-saksi baru. Menurut Kuasa Hukum Korban, hal ini (penambahan saksi-saksi) dipandang perlu supaya dalam penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara adil dan transparan. (16/03)</p>
<p>Untuk diketahui, pada Sabtu (15/03) malam, ratusan warga telah mendatangi kantor balaidesa setempat guna mempertanyakan sikap pemerintah desa atas peristiwa yang menimpa warganya sekaligus mempertanyakan terkait perkembangan penanganan perkara yang mengakibatkan korban meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita mengajukan tiga saksi baru, dan ini merupakan teman korban yang mengetahui seputar peristiwa dan kronologi kejadian. Keterangan saksi-saksi ini sangat penting, karena dapat membantu proses penyelidikan dan penyidikan dalam mengungkap kasus ini untuk menjadi terang benderang,&#8221; kata Nailal Arif, S.H,.M.H, Senin (16/03).</p>
<p>Lebih lanjut Nailal Arif, S.H,.M.H juga mengatakan bahwa pada informasi sebelumnya Tim Resmob Polresta Pati telah mengamankan sedikitnya 11 terduga pelaku atas perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi pada Kamis (12/03), yang mengakibatkan korban berinisial FD meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Dari pihak keluarga korban menilai adanya beberapa kejanggalan pada proses pananganan perkara ini. Diantaranya tidak dilakukannya kroscek pada lokasi atas beberapa kamera CCTV yang mengarah pada lokasi peristiwa terjadi. Hal ini untuk mengetahui aktivitas para pihak (pelaku dan korban) baik sebelum maupun pada saat kejadian,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kekecewaan pihak keluarga korban serta ratusan warga yang mengatasnamakan pencari keadilan, selanjutnya pada hari Sabtu (14/03) malam telah mendatangi kantor balaidesa setempat untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam mediasi dan audensi tersebut, telah ditemukan petunjuk baru.</p>
<p>&#8220;Dalam keterangan yang disampaikan oleh unit PPA Polresta Pati pada hari Sabtu (14/03) malam di Balaidesa Talun, pihaknya menyampaikan bahwa senjata yang digunakan oleh pelaku adalah jenis rencong yang merupakan senjata khas pada salah satu daerah di luar Jawa,&#8221; ungkap Nailal Arif.</p>
<p>Dengan demikian, lanjut Nailal Arif, Kami menduga bahwa kasus ini.telah terindikasi sudah direncanakan oleh para terduga pelaku. Karena, pihak terduga pelaku sudah mempersiapkan diri dengan senjata tajam sebagimana yang disampaikan oleh unit PPA Polresta Pati malam itu (Sabtu, 14/03).</p>
<p>&#8220;Kami sangat mengapresiasi pada jajaran Satreskrim Polresta Pati yang telah berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku kurang dari 1 X 24 jam pasca peristiwa berdarah itu terjadi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatannya, Nailal Arif, S.H, M.H, juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan semua pihak agar bisa saling menahan diri serta tidak terpancing oleh isu-isu propokatif yang dapat memecah belah antar warga.</p>
<p>&#8220;Mari bersama-sama kita ciptakan situasi yang kondusif, aman dan nyaman dilingkungan. Terkait perkara ini, kita percayakan sepenuhnya kepada pihak berwajib,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cari Makan Sahur, Pemuda di Pati Diduga Dianiaya Gerombolan Tongtek</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 08:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Buatkan berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[info pati]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda diduga dianiaya di Dukuhseti saat cari sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57590</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang saat hendak mencari makan sahur di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Korban berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia bersama dua rekannya, G.D.S (20) dan L.A.O (17), berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang saat hendak mencari makan sahur di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.</p>
<p>Korban berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia bersama dua rekannya, G.D.S (20) dan L.A.O (17), berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari warung makan sahur.</p>
<p>Peristiwa bermula saat mereka melintas di Jalan Desa Ngagel, tepatnya di sekitar Perempatan Mantri Yono. Di lokasi tersebut, mereka berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.</p>
<p>“Benar, Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Desa Ngagel,” ujar Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Menurut keterangan korban, saat berpapasan dengan rombongan tongtek tersebut, salah satu orang diduga berteriak menyebut asal korban. Tak lama kemudian beberapa orang dari rombongan itu mencoba melakukan pemukulan.</p>
<p>“Berdasarkan keterangan pelapor, ada sekitar enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu. Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar,” jelas AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Korban bersama dua rekannya kemudian berusaha menghindar dengan menambah kecepatan sepeda motor. Namun setibanya di sekitar lokasi cucian mobil, mereka dihadang sepeda motor PCX merah yang berhenti di tengah jalan.</p>
<p>“Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban,” kata AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Tidak hanya itu, sepeda motor Vario yang berada di belakang motor PCX juga diduga ikut menghadang hingga menyenggol kendaraan korban. Akibatnya korban bersama dua rekannya terjatuh di jalan.</p>
<p>“Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi,” lanjutnya.</p>
<p>Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, foto luka, serta video terkait kejadian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Talun Demo Tuntut Keadilan atas Korban Pengeroyokan yang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 07:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADVERTORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57549</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Ratusan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menggelar aksi demo untuk menuntut keadilan atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus tersebut secara adil dan transparan, Sabtu (14/3/2026) malam. Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari, bertepatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Ratusan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menggelar aksi demo untuk menuntut keadilan atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus tersebut secara adil dan transparan, Sabtu (14/3/2026) malam.</p>
<p>Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari, bertepatan dengan waktu kegiatan tongtek di desa setempat, dalam kejadian tersebut, seorang warga Desa Talun menjadi korban pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Aksi demonstrasi yang dilakukan warga berlangsung di Desa Talun, Kecamatan Kayen, warga yang datang menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum serius mengusut kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.</p>
<p>Salah seorang warga dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa masyarakat berharap pihak kepolisian tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini. Menurutnya, kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang harus diproses secara tuntas sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>“Kami hanya ingin keadilan bagi korban, Kami berharap kepolisian bisa menangani kasus ini dengan serius dan transparan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi.</p>
<p>Selain menyuarakan tuntutan keadilan, warga juga berharap para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut diproses secara hukum, aksi berjalan dengan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.</p>
<p>Warga berharap melalui aksi tersebut pihak kepolisian dapat memberikan kepastian hukum dan mengungkap secara jelas kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Tenggelam di Waduk Gunung Rowo Gembong, Polisi Evakuasi Jenazah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/pemuda-tenggelam-di-waduk-gunung-rowo-gembong-polisi-evakuasi-jenazah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/pemuda-tenggelam-di-waduk-gunung-rowo-gembong-polisi-evakuasi-jenazah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 09:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Tenggelam di Waduk]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati Kini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57483</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa tragis terjadi di Waduk Gunung Rowo, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (4/3/2026) sore. Seorang pemuda bernama Nanda Aji Pratama (26), warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, meninggal dunia setelah tercebur ke dalam waduk saat hujan deras mengguyur lokasi. Kapolsek Gembong AKP Lilik Supardi, S.H., mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa tragis terjadi di Waduk Gunung Rowo, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (4/3/2026) sore. Seorang pemuda bernama Nanda Aji Pratama (26), warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, meninggal dunia setelah tercebur ke dalam waduk saat hujan deras mengguyur lokasi.</p>
<p>Kapolsek Gembong AKP Lilik Supardi, S.H., mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>“Meski sudah diperingatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi, korban tetap berada di tepi waduk. Tidak lama kemudian korban terpeleset dan tercebur ke dalam air,” ujar AKP Lilik Supardi.</p>
<p>Menurut saksi, korban sempat berusaha ditolong dengan cara diulurkan bambu agar bisa naik ke tepi waduk, tetapi upaya tersebut gagal karena korban sudah tenggelam.</p>
<p>Setelah kejadian, warga segera menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sitiluhur yang kemudian meneruskan informasi kepada Polsek Gembong dan BPBD Kabupaten Pati untuk melakukan pencarian.</p>
<p>“Petugas bersama warga dan BPBD melakukan penyisiran di area waduk hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” jelas AKP Lilik Supardi.</p>
<p>Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu. Kepolisian juga melakukan pendataan saksi dan proses administrasi sesuai prosedur.</p>
<p>“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka tidak menghendaki dilakukan autopsi maupun pemeriksaan medis terhadap jenazah,” pungkas AKP Lilik Supardi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/pemuda-tenggelam-di-waduk-gunung-rowo-gembong-polisi-evakuasi-jenazah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto Divonis Bebas dengan Masa Pengawasan Enam Bulan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/supriyono-alias-botok-dan-teguh-istianto-divonis-bebas-dengan-masa-pengawasan-enam-bulan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/supriyono-alias-botok-dan-teguh-istianto-divonis-bebas-dengan-masa-pengawasan-enam-bulan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 09:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57473</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pati pada Kamis (5/3/2026) keduanya merupakan terdakwa dalam kasus pemblokiran jalan Pantura Pati–Juwana. Sidang putusan tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat, ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) turut mengawal jalannya persidangan di sekitar Pengadilan Negeri Pati. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211;<br />
Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pati pada Kamis (5/3/2026) keduanya merupakan terdakwa dalam kasus pemblokiran jalan Pantura Pati–Juwana.</p>
<p>Sidang putusan tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat, ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) turut mengawal jalannya persidangan di sekitar Pengadilan Negeri Pati.</p>
<p>Dalam amar putusannya, hakim ketua menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama menyampaikan secara lisan di muka umum.</p>
<p>“Para terdakwa Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto ditetapkan bersalah atas tindak pidana melakukan bersama-sama secara lisan di muka umum,” kata hakim ketua saat membacakan putusan di ruang sidang.</p>
<p>Meski dinyatakan bersalah, majelis hakim memutuskan keduanya tidak menjalani hukuman penjara, Supriyono alias Botok dan Teguh Istianto diputus bebas dengan masa pengawasan selama enam bulan.</p>
<p>Sidang putusan berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian mengingat banyaknya massa yang hadir untuk memberikan dukungan kepada kedua terdakwa, Hingga sidang selesai, situasi di sekitar pengadilan tetap berjalan aman dan kondusif.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/supriyono-alias-botok-dan-teguh-istianto-divonis-bebas-dengan-masa-pengawasan-enam-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua BEM UGM Turun ke Pati, Ikut Kawal Sidang Putusan Botok-Teguh</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/ketua-bem-ugm-turun-ke-pati-ikut-kawal-sidang-putusan-botok-teguh.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/ketua-bem-ugm-turun-ke-pati-ikut-kawal-sidang-putusan-botok-teguh.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 07:08:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua BEM UGM Tiyo Adriyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan Negeri Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Vonis Botok Teguh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57469</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (5/3/2026), untuk mengawal sidang putusan terhadap dua pentolan AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto. Kedatangan massa dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada kedua terdakwa yang tengah menghadapi perkara hukum. Massa tiba di lokasi dengan membawa sejumlah truk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (5/3/2026), untuk mengawal sidang putusan terhadap dua pentolan AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto.</p>
<p>Kedatangan massa dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada kedua terdakwa yang tengah menghadapi perkara hukum. Massa tiba di lokasi dengan membawa sejumlah truk yang dilengkapi sound system serta puluhan spanduk dukungan.</p>
<p>Selain massa AMPB, sejumlah tokoh dan aktivis nasional juga tampak hadir dalam sidang putusan tersebut. Di antaranya mantan Wakapolri Oegroseno, putri sulung Presiden ke-4 RI Alissa Wahid, aktivis Cak Soleh, serta Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Tiyo Adriyanto.</p>
<p>Ketua BEM UGM, Tiyo Adriyanto, menyatakan kehadirannya di PN Pati sebagai bentuk solidaritas terhadap Botok dan Teguh yang tengah menjalani proses hukum.</p>
<p>“Tadi kita ikut bersolidaritas, karena penegakan hukum yang justru menjadi alat kekuasaan ternyata justru membungkam rakyatnya,” ungkap Tiyo, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Menurut Tiyo, Botok dan Teguh justru layak disebut sebagai pihak yang memperjuangkan kepentingan masyarakat.</p>
<p>“Botok dan Teguh diancam atas hukuman karena pasal menutup jalan. Ini jadi catatan penting. Kalau menutup jalan dikriminalisasi, maka bukan hanya Mas Botok, orang bikin pengajian juga harus ditangkap,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menilai putusan terhadap dua pentolan AMPB tersebut akan menjadi indikator penting bagi penegakan hukum di Indonesia.</p>
<p>“Ini akan menjadi tolak ukur nasional. Kecuali vonis bebas tanpa syarat, maka itu masih bisa diharapkan,” katanya.</p>
<p>Tiyo menambahkan bahwa perkara yang menjerat Botok, Teguh, dan AMPB tidak bisa dilepaskan dari konteks dinamika demokrasi.</p>
<p>“Kita hadir menyadari bahwa ada hal yang sangat tidak rasional dan masuk akal. Mas Botok dan Mas Teguh dan AMPB itu melawan kekuasaan, dan pasal yang dikenakan itu juga tidak bisa serta merta, karena yang terjadi ini adalah bagian proses demokrasi,” pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/ketua-bem-ugm-turun-ke-pati-ikut-kawal-sidang-putusan-botok-teguh.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
