<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERISTIWA &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/category/peristiwa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jul 2026 00:33:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>
	<item>
		<title>Isu Dugaan Pajak Warung di Pati Diluruskan, DPUTR Tegaskan Itu Retribusi Pemanfaatan Aset Daerah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 00:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DESA KITA]]></category>
		<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58052</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi. DPUTR menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan bukan merupakan pajak warung, melainkan retribusi atas izin pemanfaatan aset milik Pemerintah Kabupaten Pati. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi.</p>
<p>DPUTR menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan bukan merupakan pajak warung, melainkan retribusi atas izin pemanfaatan aset milik Pemerintah Kabupaten Pati.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, menjelaskan bahwa retribusi tersebut dikenakan karena pemilik warung mengajukan permohonan penggunaan tanah lambiran yang merupakan aset daerah di kawasan Daerah Irigasi (DI) Cabean, Desa Kebolampang, Kecamatan Winong.</p>
<p>&#8220;Pemanfaatan lahan tersebut merupakan penggunaan aset milik pemerintah daerah, sehingga harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Jadi, ini bukan pajak warung, melainkan retribusi pemanfaatan aset daerah,&#8221; ujar Widyotomo, Jumat (17/7/2026).</p>
<p>Ia menerangkan, besaran retribusi telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yakni sebesar Rp10.000 per meter persegi per tahun.</p>
<p>Adapun luas lahan yang dimanfaatkan untuk mendirikan warung sekitar 28 meter persegi, sehingga retribusi yang dikenakan sebesar Rp280 ribu per tahun.</p>
<p>Karena izin pemanfaatan diberikan untuk jangka waktu tiga tahun, total retribusi yang harus dibayarkan mencapai Rp840 ribu, berlaku mulai 13 Juli 2026 hingga 13 Juli 2029.</p>
<p>Widyotomo juga membantah kabar yang menyebut petugas mengancam akan membongkar warung apabila retribusi tidak dibayarkan.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan laporan petugas di lapangan, proses penyampaian retribusi telah dikomunikasikan dengan baik kepada pemilik warung.</p>
<p>Yang bersangkutan juga menyatakan kesediaannya untuk melunasi kewajiban tersebut, Tidak ada ancaman pembongkaran seperti yang beredar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>DPUTR Kabupaten Pati mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial, Masyarakat diminta mengedepankan klarifikasi dari instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p>
<p>&#8220;Penarikan retribusi ini merupakan pelaksanaan Peraturan Daerah dalam pemanfaatan aset milik pemerintah, bukan penarikan pajak terhadap usaha warung,&#8221; pungkas Widyotomo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Bermasalah, Lahan SHM Yang Telah Menjadi Bengkok Desa Winong Kembali Dipersoalkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 03:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58032</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Permasalahan status lahan tanah yang diduga melibatkan Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Pati, kembali mencuat, Sengketa tersebut berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 708 atas nama Sudjadi yang menurut dokumen desa telah menjadi tanah bengkok Desa Winong sejak tahun 1991. Kepala Desa Winong, Wicaksono Bowo Leksono, saat diwawancarai awak media pada Senin (6/7/2026) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Permasalahan status lahan tanah yang diduga melibatkan Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Pati, kembali mencuat, Sengketa tersebut berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 708 atas nama Sudjadi yang menurut dokumen desa telah menjadi tanah bengkok Desa Winong sejak tahun 1991.</p>
<p>Kepala Desa Winong, Wicaksono Bowo Leksono, saat diwawancarai awak media pada Senin (6/7/2026) menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2020, sehingga tidak mengetahui secara langsung proses awal terjadinya peralihan tanah tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya menjadi Kepala Desa Winong sejak tahun 2020. Jadi saya sendiri tidak tahu proses awal permasalahan ini. Yang saya ketahui berdasarkan dokumen yang ada di desa, SHM Nomor 708 atas nama Sudjadi sudah menjadi tanah bengkok Desa Winong,&#8221; ungkap Wicaksono.</p>
<p>Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Sudjadi mengajukan permohonan kepada Pemerintah Desa Winong agar menandatangani surat permohonan pengukuran terhadap tanah yang dimaksud, Namun permohonan tersebut tidak disetujui.</p>
<p>&#8220;Saya tidak memberikan tanda tangan karena SHM yang dimaksud sejak tahun 1991 sudah dikuasai sebagai tanah bengkok desa dan sudah masuk dalam daftar inventaris aset Desa Winong berdasarkan dokumen yang ada,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurut Wicaksono, Pemerintah Desa Winong memiliki dokumen yang menunjukkan adanya surat perjanjian tertanggal 24 Juli 1991.</p>
<p>Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Sudjadi melepaskan tanah beserta Sertifikat Hak Milik Nomor 708, Persil 63, Klas D IV, seluas 5.170 meter persegi untuk dijadikan tanah pengganti bengkok Kepala Desa Winong. Dokumen itu, lanjutnya, ditandatangani oleh Kepala Desa Winong saat itu, Soegijarto, sebagai dasar administrasi pengalihan tanah menjadi aset desa.</p>
<p>&#8220;Karena ada dokumen tersebut dan tanah itu sudah lama tercatat sebagai inventaris desa, saya tidak berani menandatangani permohonan pengukuran yang diajukan, Kami harus berpegang pada dokumen resmi yang dimiliki pemerintah desa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut status kepemilikan lahan yang telah puluhan tahun tercatat sebagai aset desa, Pemerintah Desa Winong menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan siap menunjukkan dokumen-dokumen yang dimiliki apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait penjelasan Pemerintah Desa Winong mengenai dasar pelepasan SHM Nomor 708 menjadi tanah bengkok desa pada tahun 1991. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambang Galian C di Sukolilo Longsor, Satu Pekerja Tewas Tertimbun</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:39:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Galian C di Sukolilo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57772</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Kamis siang (30 April 2026). Insiden ini mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran, sementara satu pekerja lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Menurut keterangan warga sekitar, longsor terjadi saat aktivitas penambangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Kamis siang (30 April 2026).</p>
<p>Insiden ini mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran, sementara satu pekerja lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p>Menurut keterangan warga sekitar, longsor terjadi saat aktivitas penambangan sedang berlangsung. Tebing galian tiba-tiba runtuh dan menimpa sebuah dump truck yang berada di bawahnya.</p>
<p>Sopir truk yang berada di dalam kendaraan tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Hingga saat ini, identitas korban serta kronologi lengkap kejadian masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab longsor.</p>
<p>“Iya benar ada longsoran, saat tim Polsek sedang menuju ke lokasi untuk olah TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p>Pihak kepolisian memastikan akan segera memberikan keterangan resmi setelah proses olah TKP selesai dilakukan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Korban Tongtek di Desa Talun Datangi Polresta Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57629</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf. “Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf.</p>
<p>“Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan ada damai, walaupun kami sudah memaafkan,” tegas Nailis Saadah saat menyampaikan pernyataannya, Sabtu (28/3/2026) Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus ini, keluarga korban bersama perangkat desa serta sejumlah pemuda Desa Talun mendatangi Polresta Pati.</p>
<p>Kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus yang menewaskan anggota keluarga mereka, rombongan berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan kejelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan adil.</p>
<p>“Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan, Kami ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan pelaku mendapat hukuman setimpal,” ujar salah satu keluarga korban.</p>
<p>Peristiwa tongtek yang berujung maut tersebut sebelumnya sempat menggegerkan warga Desa Talun, Hingga kini, kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian.</p>
<p>Pihak keluarga berharap tidak ada upaya penyelesaian di luar jalur hukum dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas demi keadilan bagi korban.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger Penemuan Pemuda Gantung Diri di Tlogowungu</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:22:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[pati terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tlogowungu Pati temukan pemuda tewas gantung diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57619</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026). Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh saksi berinisial D (50), warga setempat yang saat itu hendak mencari pakan ternak di lokasi kejadian.</p>
<p>“Sekitar pukul 06.00 WIB saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh menggunakan tali,” katanya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil saksi lain, yakni N (44) dan R (45), yang berada tidak jauh dari lokasi. Perangkat desa setempat segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Petugas Polsek Tlogowungu bersama tim medis dari Puskesmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>“Setibanya di lokasi, korban sudah tidak bergerak dengan posisi masih tergantung dan jarak kaki dengan tanah hanya sekitar beberapa sentimeter,” jelasnya.</p>
<p>Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area guna kepentingan penyelidikan.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban serta tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa gantung diri,” ungkap AKP Mujahid.</p>
<p>Ia menjelaskan diduga sebelum kejadian, korban mengalami permasalahan rumah tangga yang memicu pertengkaran dengan istrinya.</p>
<p>“Informasi dari keluarga, korban sebelumnya terlibat cekcok dengan istrinya yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi,” terang AKP Mujahid.</p>
<p>Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dukuh Brito Digemparkan Penemuan Pria Meninggal Dunia Gantung Diri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:02:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57613</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi. Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi.</p>
<p>Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak di lahan kebun milik Muhari.</p>
<p>Korban diketahui bernama Suroto (31), warga Desa Perdopo RT 01 RW 03, Kecamatan Gunungwungkal, kejadian tersebut sontak membuat saksi panik, Daliman kemudian segera memanggil warga sekitar dan menghubungi Ngatmanto serta Rumadi yang merupakan perangkat Desa Cabak, Keduanya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Tlogowungu segera datang ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam pemeriksaan di lokasi, polisi juga menemukan sebuah kendaraan bermotor Honda PCX berwarna putih yang diduga kuat milik korban, terparkir di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia kurang dari enam jam sebelum ditemukan, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>“Termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia,” tutupnya</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Bermuatan Keranjang Ayam Terbakar di Pakis Tambakromo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 09:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57606</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.</p>
<p>Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu sedang terparkir dan bermuatan keranjang plastik ayam.</p>
<p>Dua saksi di lokasi, Ahmad Sauji dan Gunawan, yang melihat langsung kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Teriakan mereka membuat warga berdatangan untuk membantu memadamkan api sekaligus menghindari meluasnya kebakaran.</p>
<p>Warga bersama petugas kemudian berupaya memadamkan api yang terus membesar setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WIB.</p>
<p>Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar, Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro, mewakili Kasatreskrim Kompol Dika Hadian Widyatama, mengatakan kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp450 juta,” ungkap AKP Iswantoro.</p>
<p>Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran truk tersebut. Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragedi Berdarah Pengeroyokan di Talun Ajukan Saksi Baru, Kuasa Hukum; Keadilan Harus Ditegakkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 13:54:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKRIM]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57577</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Guna melengkapi Penyidikan sebelum berkas dinyatakan lengkap P21 oleh tim penyidik Polresta Pati ke tingkat Kejaksaan, pihak keluarga korban ajukan saksi-saksi baru. Menurut Kuasa Hukum Korban, hal ini (penambahan saksi-saksi) dipandang perlu supaya dalam penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara adil dan transparan. (16/03) Untuk diketahui, pada Sabtu (15/03) malam, ratusan warga telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Guna melengkapi Penyidikan sebelum berkas dinyatakan lengkap P21 oleh tim penyidik Polresta Pati ke tingkat Kejaksaan, pihak keluarga korban ajukan saksi-saksi baru. Menurut Kuasa Hukum Korban, hal ini (penambahan saksi-saksi) dipandang perlu supaya dalam penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara adil dan transparan. (16/03)</p>
<p>Untuk diketahui, pada Sabtu (15/03) malam, ratusan warga telah mendatangi kantor balaidesa setempat guna mempertanyakan sikap pemerintah desa atas peristiwa yang menimpa warganya sekaligus mempertanyakan terkait perkembangan penanganan perkara yang mengakibatkan korban meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita mengajukan tiga saksi baru, dan ini merupakan teman korban yang mengetahui seputar peristiwa dan kronologi kejadian. Keterangan saksi-saksi ini sangat penting, karena dapat membantu proses penyelidikan dan penyidikan dalam mengungkap kasus ini untuk menjadi terang benderang,&#8221; kata Nailal Arif, S.H,.M.H, Senin (16/03).</p>
<p>Lebih lanjut Nailal Arif, S.H,.M.H juga mengatakan bahwa pada informasi sebelumnya Tim Resmob Polresta Pati telah mengamankan sedikitnya 11 terduga pelaku atas perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi pada Kamis (12/03), yang mengakibatkan korban berinisial FD meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Dari pihak keluarga korban menilai adanya beberapa kejanggalan pada proses pananganan perkara ini. Diantaranya tidak dilakukannya kroscek pada lokasi atas beberapa kamera CCTV yang mengarah pada lokasi peristiwa terjadi. Hal ini untuk mengetahui aktivitas para pihak (pelaku dan korban) baik sebelum maupun pada saat kejadian,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kekecewaan pihak keluarga korban serta ratusan warga yang mengatasnamakan pencari keadilan, selanjutnya pada hari Sabtu (14/03) malam telah mendatangi kantor balaidesa setempat untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam mediasi dan audensi tersebut, telah ditemukan petunjuk baru.</p>
<p>&#8220;Dalam keterangan yang disampaikan oleh unit PPA Polresta Pati pada hari Sabtu (14/03) malam di Balaidesa Talun, pihaknya menyampaikan bahwa senjata yang digunakan oleh pelaku adalah jenis rencong yang merupakan senjata khas pada salah satu daerah di luar Jawa,&#8221; ungkap Nailal Arif.</p>
<p>Dengan demikian, lanjut Nailal Arif, Kami menduga bahwa kasus ini.telah terindikasi sudah direncanakan oleh para terduga pelaku. Karena, pihak terduga pelaku sudah mempersiapkan diri dengan senjata tajam sebagimana yang disampaikan oleh unit PPA Polresta Pati malam itu (Sabtu, 14/03).</p>
<p>&#8220;Kami sangat mengapresiasi pada jajaran Satreskrim Polresta Pati yang telah berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku kurang dari 1 X 24 jam pasca peristiwa berdarah itu terjadi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatannya, Nailal Arif, S.H, M.H, juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan semua pihak agar bisa saling menahan diri serta tidak terpancing oleh isu-isu propokatif yang dapat memecah belah antar warga.</p>
<p>&#8220;Mari bersama-sama kita ciptakan situasi yang kondusif, aman dan nyaman dilingkungan. Terkait perkara ini, kita percayakan sepenuhnya kepada pihak berwajib,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/tragedi-berdarah-pengeroyokan-di-talun-ajukan-saksi-baru-kuasa-hukum-keadilan-harus-ditegakkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cari Makan Sahur, Pemuda di Pati Diduga Dianiaya Gerombolan Tongtek</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 08:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Buatkan berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[info pati]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda diduga dianiaya di Dukuhseti saat cari sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57590</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang saat hendak mencari makan sahur di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Korban berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia bersama dua rekannya, G.D.S (20) dan L.A.O (17), berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang saat hendak mencari makan sahur di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.</p>
<p>Korban berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia bersama dua rekannya, G.D.S (20) dan L.A.O (17), berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari warung makan sahur.</p>
<p>Peristiwa bermula saat mereka melintas di Jalan Desa Ngagel, tepatnya di sekitar Perempatan Mantri Yono. Di lokasi tersebut, mereka berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.</p>
<p>“Benar, Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Desa Ngagel,” ujar Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Menurut keterangan korban, saat berpapasan dengan rombongan tongtek tersebut, salah satu orang diduga berteriak menyebut asal korban. Tak lama kemudian beberapa orang dari rombongan itu mencoba melakukan pemukulan.</p>
<p>“Berdasarkan keterangan pelapor, ada sekitar enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu. Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar,” jelas AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Korban bersama dua rekannya kemudian berusaha menghindar dengan menambah kecepatan sepeda motor. Namun setibanya di sekitar lokasi cucian mobil, mereka dihadang sepeda motor PCX merah yang berhenti di tengah jalan.</p>
<p>“Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban,” kata AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Tidak hanya itu, sepeda motor Vario yang berada di belakang motor PCX juga diduga ikut menghadang hingga menyenggol kendaraan korban. Akibatnya korban bersama dua rekannya terjatuh di jalan.</p>
<p>“Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi,” lanjutnya.</p>
<p>Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, foto luka, serta video terkait kejadian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/cari-makan-sahur-pemuda-di-pati-diduga-dianiaya-gerombolan-tongtek.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Talun Demo Tuntut Keadilan atas Korban Pengeroyokan yang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 07:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADVERTORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57549</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Ratusan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menggelar aksi demo untuk menuntut keadilan atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus tersebut secara adil dan transparan, Sabtu (14/3/2026) malam. Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari, bertepatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Ratusan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menggelar aksi demo untuk menuntut keadilan atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus tersebut secara adil dan transparan, Sabtu (14/3/2026) malam.</p>
<p>Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari, bertepatan dengan waktu kegiatan tongtek di desa setempat, dalam kejadian tersebut, seorang warga Desa Talun menjadi korban pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Aksi demonstrasi yang dilakukan warga berlangsung di Desa Talun, Kecamatan Kayen, warga yang datang menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum serius mengusut kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.</p>
<p>Salah seorang warga dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa masyarakat berharap pihak kepolisian tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini. Menurutnya, kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang harus diproses secara tuntas sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>“Kami hanya ingin keadilan bagi korban, Kami berharap kepolisian bisa menangani kasus ini dengan serius dan transparan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi.</p>
<p>Selain menyuarakan tuntutan keadilan, warga juga berharap para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut diproses secara hukum, aksi berjalan dengan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.</p>
<p>Warga berharap melalui aksi tersebut pihak kepolisian dapat memberikan kepastian hukum dan mengungkap secara jelas kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-desa-talun-demo-tuntut-keadilan-atas-korban-pengeroyokan-yang-meninggal-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
