<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERISTIWA &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/category/peristiwa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 09:19:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>
	<item>
		<title>Nelayan Tayu Tenggelam di Juwana, Satu Meninggal Satu Masih Pencarian</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/09/nelayan-tayu-tenggelam-di-juwana-satu-meninggal-satu-masih-pencarian.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/09/nelayan-tayu-tenggelam-di-juwana-satu-meninggal-satu-masih-pencarian.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 09:19:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[info pati]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Tayu Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Pati Kini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58261</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tenggelam saat mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9/2026) pagi. Satu korban bernama Moin (60), warga Desa Dororejo, ditemukan meninggal dunia. Sementara Haryanto, warga Desa Sambiroto, masih dalam pencarian tim SAR. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.45 WIB, di lokasi yang berjarak sekitar 2–4 mil dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tenggelam saat mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9/2026) pagi.</p>
<p>Satu korban bernama Moin (60), warga Desa Dororejo, ditemukan meninggal dunia. Sementara Haryanto, warga Desa Sambiroto, masih dalam pencarian tim SAR.</p>
<p>Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.45 WIB, di lokasi yang berjarak sekitar 2–4 mil dari daratan. Keduanya saat itu sedang mencari ikan dero.</p>
<p>Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, kejadian bermula saat Moin menebarkan jaring untuk menangkap ikan.</p>
<p>“Korban pertama saat menebarkan jaring diduga tersangkut jaring dan kemudian tercebur ke laut. Korban kedua berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru tenggelam,” kata Hendrik.</p>
<p>Nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan. Moin berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan, sedangkan Haryanto belum ditemukan.</p>
<p>Personel Satpolairud Polresta Pati langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan tim SAR untuk melanjutkan pencarian korban.</p>
<p>“Untuk korban yang belum ditemukan, pencarian masih terus kami lakukan,” ujarnya.</p>
<p>Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh Moin. Korban diindikasikan meninggal akibat tenggelam dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga. Polisi mengimbau nelayan mengutamakan keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/09/nelayan-tayu-tenggelam-di-juwana-satu-meninggal-satu-masih-pencarian.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Audiensi Penanaman Tiang Listrik PLN di Desa Wonorejo Dipertanyakan Warga</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/08/audiensi-penanaman-tiang-listrik-pln-di-desa-wonorejo-dipertanyakan-warga.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/08/audiensi-penanaman-tiang-listrik-pln-di-desa-wonorejo-dipertanyakan-warga.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 10:33:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DESA KITA]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58135</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Audiensi terkait penanaman tiang listrik PLN digelar di Aula Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan pemasangan tiang listrik yang dipersoalkan warga karena dinilai belum didahului pemberitahuan kepada masyarakat setempat. Audiensi dihadiri Pj Kepala Desa Wonorejo T.A. Fitrayanto bersama Pemerintah Desa Wonorejo, warga, pihak PLN, perwakilan PR [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Audiensi terkait penanaman tiang listrik PLN digelar di Aula Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan pemasangan tiang listrik yang dipersoalkan warga karena dinilai belum didahului pemberitahuan kepada masyarakat setempat.</p>
<p>Audiensi dihadiri Pj Kepala Desa Wonorejo T.A. Fitrayanto bersama Pemerintah Desa Wonorejo, warga, pihak PLN, perwakilan PR Krisna Sakti Abadi, perwakilan Koramil, serta perwakilan Kapolsek, Dalam pertemuan tersebut, warga mempertanyakan kejelasan pemasangan tiang listrik yang dilakukan di sejumlah titik wilayah desa.</p>
<p>Selain persoalan pemberitahuan, warga juga mempertanyakan pemasangan tiang yang disebut berada di bahu jalan serta adanya tiang yang ditanam di lahan milik warga tanpa izin pemilik lahan dan tanpa adanya pembicaraan mengenai kompensasi.</p>
<p>Aktivis Slamet Widodo, SH., yang akrab disapa Om Bob, saat ditemui awak media seusai audiensi, mengatakan pertemuan tersebut salah satunya untuk mempertanyakan keabsahan maupun legalitas pemasangan tiang listrik PLN.</p>
<p>Menurutnya, persoalan tersebut bermula dari komunikasi terkait kebutuhan listrik untuk PR Krisna Sakti Abadi, dalam proses perizinan awal yang diminta pemerintah desa, disebutkan kebutuhan pemasangan trafo dan gardu, namun, dalam pelaksanaannya justru muncul pemasangan atau pergantian tiang listrik yang kemudian menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.</p>
<p>“Dalam dialog tadi juga disampaikan bahwa ada kekeliruan dalam persoalan ini, awalnya yang diminta desa terkait pabrik rokok adalah pemasangan trafo dan gardu, tetapi dari PLN muncul pemasangan tiang listrik,” ujar Om Bob.</p>
<p>Ia menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan maupun konflik antara masyarakat, PLN, pemerintah desa, dan pihak perusahaan.</p>
<p>Om Bob juga menyoroti adanya informasi mengenai tiang yang ditanam di lahan milik warga tanpa izin pemilik lahan. Menurutnya, apabila benar terdapat penggunaan lahan masyarakat untuk kepentingan pemasangan jaringan listrik, maka persoalan izin dan hak pemilik lahan harus diperjelas terlebih dahulu.</p>
<p>“Kalau memang ada tiang PLN yang berdiri di lahan milik masyarakat tanpa izin, tentu harus ada kejelasan. Apalagi kalau tidak ada ganti rugi atau kesepakatan dengan pemilik lahan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mempertanyakan aspek keadilan dalam pembangunan jaringan listrik yang berkaitan dengan kebutuhan perusahaan.</p>
<p>“PLN mendapatkan keuntungan dari pelanggan, termasuk dari kebutuhan listrik pabrik rokok. Jangan sampai masyarakat yang lahannya ditempati tiang PLN justru tidak mendapatkan kejelasan atau kompensasi. Ini yang harus dibicarakan secara terbuka,” lanjut Om Bob.</p>
<p>Sementara itu, warga berharap pihak PLN dan pihak terkait memberikan penjelasan mengenai dasar pemasangan tiang, lokasi penanaman, izin penggunaan lahan, serta prosedur yang telah ditempuh sebelum pekerjaan dilaksanakan.</p>
<p>Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi dan memastikan setiap pemasangan jaringan listrik dilakukan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat pemilik lahan serta kepentingan umum.</p>
<p>Hingga audiensi berlangsung, sejumlah persoalan yang disampaikan warga masih menunggu penjelasan dan tindak lanjut dari pihak-pihak terkait.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/08/audiensi-penanaman-tiang-listrik-pln-di-desa-wonorejo-dipertanyakan-warga.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bayi Perempuan Ditemukan Menangis di Dalam Kardus di Bengkel Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/08/bayi-perempuan-ditemukan-menangis-di-dalam-kardus-di-bengkel-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/08/bayi-perempuan-ditemukan-menangis-di-dalam-kardus-di-bengkel-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 09:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan bayi di bengkel Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58132</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com-Tangisan bayi mengagetkan dua pekerja sebuah bengkel mobil di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Selasa (18/8/2026) pagi. Suara tersebut ternyata berasal dari seorang bayi perempuan yang ditemukan hidup di dalam kardus di area bengkel. Bayi itu ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh pemilik bengkel, Slamet Santoso, bersama Bawono. Keduanya saat itu hendak memulai aktivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com-Tangisan bayi mengagetkan dua pekerja sebuah bengkel mobil di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Selasa (18/8/2026) pagi. Suara tersebut ternyata berasal dari seorang bayi perempuan yang ditemukan hidup di dalam kardus di area bengkel.</p>
<p>Bayi itu ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh pemilik bengkel, Slamet Santoso, bersama Bawono. Keduanya saat itu hendak memulai aktivitas di bengkel. Ketika mendengar suara tangisan, mereka mencari sumbernya hingga menemukan kardus yang diletakkan di atas kursi.</p>
<p>Saat diperiksa, di dalam kardus tersebut terdapat bayi perempuan dengan tali pusar yang masih menempel. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Wahyu Satriyo Cahyanto, perangkat Desa Ketanen, sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas Polsek Wedarijaksa tiba sekitar pukul 09.10 WIB untuk mengamankan lokasi. Lima menit kemudian, tenaga medis dari Puskesmas Trangkil datang untuk memeriksa kondisi bayi.</p>
<p>Bayi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Trangkil untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dari pemeriksaan awal, bayi diketahui memiliki panjang tubuh 48 sentimeter dan berat sekitar 3 kilogram. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki kulit sawo matang, rambut hitam, dan mata hitam.</p>
<p>Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan, keselamatan bayi menjadi prioritas setelah polisi menerima laporan penemuan tersebut.</p>
<p>“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, anggota langsung kami arahkan untuk mendatangi lokasi dan mengamankan TKP,” kata Suntoro.</p>
<p>Di sisi lain, polisi kini berupaya mengungkap siapa yang menempatkan bayi tersebut di bengkel. Tim Reskrim Polresta Pati, Inafis, dan Resmob telah melakukan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>Sejumlah barang yang ditemukan turut diamankan, di antaranya kardus berwarna cokelat, pakaian abu-abu, dua celana pendek berwarna biru dan hitam, serta plastik berisi tali pusar dan tisu.</p>
<p>Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, yakni Slamet Santoso, Bawono, Wahyu Satriyo Cahyanto, dan Ita Afiati. Selain itu, penyidik mengecek kamera CCTV di sekitar bengkel untuk mencari petunjuk mengenai orang yang diduga meninggalkan bayi tersebut.</p>
<p>“Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengecek CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan saksi,” ujar Suntoro.</p>
<p>Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait penemuan bayi tersebut agar segera melapor. Polisi juga meminta warga tidak berspekulasi mengenai latar belakang kejadian sebelum hasil penyelidikan dan bukti-bukti diperoleh.</p>
<p>Saat ini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengetahui bagaimana bayi tersebut bisa berada di bengkel dan mengungkap pihak yang meninggalkannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/08/bayi-perempuan-ditemukan-menangis-di-dalam-kardus-di-bengkel-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isu Dugaan Pajak Warung di Pati Diluruskan, DPUTR Tegaskan Itu Retribusi Pemanfaatan Aset Daerah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 00:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DESA KITA]]></category>
		<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58052</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi. DPUTR menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan bukan merupakan pajak warung, melainkan retribusi atas izin pemanfaatan aset milik Pemerintah Kabupaten Pati. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi.</p>
<p>DPUTR menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan bukan merupakan pajak warung, melainkan retribusi atas izin pemanfaatan aset milik Pemerintah Kabupaten Pati.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, menjelaskan bahwa retribusi tersebut dikenakan karena pemilik warung mengajukan permohonan penggunaan tanah lambiran yang merupakan aset daerah di kawasan Daerah Irigasi (DI) Cabean, Desa Kebolampang, Kecamatan Winong.</p>
<p>&#8220;Pemanfaatan lahan tersebut merupakan penggunaan aset milik pemerintah daerah, sehingga harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Jadi, ini bukan pajak warung, melainkan retribusi pemanfaatan aset daerah,&#8221; ujar Widyotomo, Jumat (17/7/2026).</p>
<p>Ia menerangkan, besaran retribusi telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yakni sebesar Rp10.000 per meter persegi per tahun.</p>
<p>Adapun luas lahan yang dimanfaatkan untuk mendirikan warung sekitar 28 meter persegi, sehingga retribusi yang dikenakan sebesar Rp280 ribu per tahun.</p>
<p>Karena izin pemanfaatan diberikan untuk jangka waktu tiga tahun, total retribusi yang harus dibayarkan mencapai Rp840 ribu, berlaku mulai 13 Juli 2026 hingga 13 Juli 2029.</p>
<p>Widyotomo juga membantah kabar yang menyebut petugas mengancam akan membongkar warung apabila retribusi tidak dibayarkan.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan laporan petugas di lapangan, proses penyampaian retribusi telah dikomunikasikan dengan baik kepada pemilik warung.</p>
<p>Yang bersangkutan juga menyatakan kesediaannya untuk melunasi kewajiban tersebut, Tidak ada ancaman pembongkaran seperti yang beredar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>DPUTR Kabupaten Pati mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial, Masyarakat diminta mengedepankan klarifikasi dari instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p>
<p>&#8220;Penarikan retribusi ini merupakan pelaksanaan Peraturan Daerah dalam pemanfaatan aset milik pemerintah, bukan penarikan pajak terhadap usaha warung,&#8221; pungkas Widyotomo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/07/isu-dugaan-pajak-warung-di-pati-diluruskan-dputr-tegaskan-itu-retribusi-pemanfaatan-aset-daerah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Bermasalah, Lahan SHM Yang Telah Menjadi Bengkok Desa Winong Kembali Dipersoalkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 03:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=58032</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Permasalahan status lahan tanah yang diduga melibatkan Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Pati, kembali mencuat, Sengketa tersebut berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 708 atas nama Sudjadi yang menurut dokumen desa telah menjadi tanah bengkok Desa Winong sejak tahun 1991. Kepala Desa Winong, Wicaksono Bowo Leksono, saat diwawancarai awak media pada Senin (6/7/2026) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Permasalahan status lahan tanah yang diduga melibatkan Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Pati, kembali mencuat, Sengketa tersebut berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 708 atas nama Sudjadi yang menurut dokumen desa telah menjadi tanah bengkok Desa Winong sejak tahun 1991.</p>
<p>Kepala Desa Winong, Wicaksono Bowo Leksono, saat diwawancarai awak media pada Senin (6/7/2026) menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2020, sehingga tidak mengetahui secara langsung proses awal terjadinya peralihan tanah tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya menjadi Kepala Desa Winong sejak tahun 2020. Jadi saya sendiri tidak tahu proses awal permasalahan ini. Yang saya ketahui berdasarkan dokumen yang ada di desa, SHM Nomor 708 atas nama Sudjadi sudah menjadi tanah bengkok Desa Winong,&#8221; ungkap Wicaksono.</p>
<p>Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Sudjadi mengajukan permohonan kepada Pemerintah Desa Winong agar menandatangani surat permohonan pengukuran terhadap tanah yang dimaksud, Namun permohonan tersebut tidak disetujui.</p>
<p>&#8220;Saya tidak memberikan tanda tangan karena SHM yang dimaksud sejak tahun 1991 sudah dikuasai sebagai tanah bengkok desa dan sudah masuk dalam daftar inventaris aset Desa Winong berdasarkan dokumen yang ada,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurut Wicaksono, Pemerintah Desa Winong memiliki dokumen yang menunjukkan adanya surat perjanjian tertanggal 24 Juli 1991.</p>
<p>Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Sudjadi melepaskan tanah beserta Sertifikat Hak Milik Nomor 708, Persil 63, Klas D IV, seluas 5.170 meter persegi untuk dijadikan tanah pengganti bengkok Kepala Desa Winong. Dokumen itu, lanjutnya, ditandatangani oleh Kepala Desa Winong saat itu, Soegijarto, sebagai dasar administrasi pengalihan tanah menjadi aset desa.</p>
<p>&#8220;Karena ada dokumen tersebut dan tanah itu sudah lama tercatat sebagai inventaris desa, saya tidak berani menandatangani permohonan pengukuran yang diajukan, Kami harus berpegang pada dokumen resmi yang dimiliki pemerintah desa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut status kepemilikan lahan yang telah puluhan tahun tercatat sebagai aset desa, Pemerintah Desa Winong menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan siap menunjukkan dokumen-dokumen yang dimiliki apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait penjelasan Pemerintah Desa Winong mengenai dasar pelepasan SHM Nomor 708 menjadi tanah bengkok desa pada tahun 1991. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/07/diduga-bermasalah-lahan-shm-yang-telah-menjadi-bengkok-desa-winong-kembali-dipersoalkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambang Galian C di Sukolilo Longsor, Satu Pekerja Tewas Tertimbun</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:39:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Galian C di Sukolilo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57772</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Kamis siang (30 April 2026). Insiden ini mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran, sementara satu pekerja lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Menurut keterangan warga sekitar, longsor terjadi saat aktivitas penambangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Peristiwa longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Kamis siang (30 April 2026).</p>
<p>Insiden ini mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran, sementara satu pekerja lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p>Menurut keterangan warga sekitar, longsor terjadi saat aktivitas penambangan sedang berlangsung. Tebing galian tiba-tiba runtuh dan menimpa sebuah dump truck yang berada di bawahnya.</p>
<p>Sopir truk yang berada di dalam kendaraan tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Hingga saat ini, identitas korban serta kronologi lengkap kejadian masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab longsor.</p>
<p>“Iya benar ada longsoran, saat tim Polsek sedang menuju ke lokasi untuk olah TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p>Pihak kepolisian memastikan akan segera memberikan keterangan resmi setelah proses olah TKP selesai dilakukan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/04/tambang-galian-c-di-sukolilo-longsor-satu-pekerja-tewas-tertimbun.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Korban Tongtek di Desa Talun Datangi Polresta Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57629</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf. “Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, menegaskan sikap tegas mereka terkait proses hukum yang berjalan, Nailis Saadah, Keluarga korban, menyatakan bahwa hingga kapan pun tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut, meskipun pihak keluarga telah memberikan maaf.</p>
<p>“Tidak ada kata damai. Sampai kapan pun tidak akan ada damai, walaupun kami sudah memaafkan,” tegas Nailis Saadah saat menyampaikan pernyataannya, Sabtu (28/3/2026) Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus ini, keluarga korban bersama perangkat desa serta sejumlah pemuda Desa Talun mendatangi Polresta Pati.</p>
<p>Kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus yang menewaskan anggota keluarga mereka, rombongan berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan kejelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan adil.</p>
<p>“Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan, Kami ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan pelaku mendapat hukuman setimpal,” ujar salah satu keluarga korban.</p>
<p>Peristiwa tongtek yang berujung maut tersebut sebelumnya sempat menggegerkan warga Desa Talun, Hingga kini, kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian.</p>
<p>Pihak keluarga berharap tidak ada upaya penyelesaian di luar jalur hukum dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas demi keadilan bagi korban.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/keluarga-korban-tongtek-di-desa-talun-datangi-polresta-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger Penemuan Pemuda Gantung Diri di Tlogowungu</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:22:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[pati terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tlogowungu Pati temukan pemuda tewas gantung diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57619</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026). Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas dalam kondisi gantung diri di area perkebunan milik warga setempat di atas pohon cengkeh pada Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid mengatakan, korban diketahui berinisial S (31), seorang wiraswasta asal Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh saksi berinisial D (50), warga setempat yang saat itu hendak mencari pakan ternak di lokasi kejadian.</p>
<p>“Sekitar pukul 06.00 WIB saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh menggunakan tali,” katanya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil saksi lain, yakni N (44) dan R (45), yang berada tidak jauh dari lokasi. Perangkat desa setempat segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Petugas Polsek Tlogowungu bersama tim medis dari Puskesmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>“Setibanya di lokasi, korban sudah tidak bergerak dengan posisi masih tergantung dan jarak kaki dengan tanah hanya sekitar beberapa sentimeter,” jelasnya.</p>
<p>Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area guna kepentingan penyelidikan.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban serta tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa gantung diri,” ungkap AKP Mujahid.</p>
<p>Ia menjelaskan diduga sebelum kejadian, korban mengalami permasalahan rumah tangga yang memicu pertengkaran dengan istrinya.</p>
<p>“Informasi dari keluarga, korban sebelumnya terlibat cekcok dengan istrinya yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi,” terang AKP Mujahid.</p>
<p>Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/geger-penemuan-pemuda-gantung-diri-di-tlogowungu.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dukuh Brito Digemparkan Penemuan Pria Meninggal Dunia Gantung Diri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:02:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57613</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi. Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Warga Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia gantung diri pada Kamis (26/3/2026) pagi.</p>
<p>Penemuan jasad korban gantung diri pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang saksi bernama Daliman (50), petani setempat, saat itu, Daliman hendak mencari rumput untuk pakan ternak di lahan kebun milik Muhari.</p>
<p>Korban diketahui bernama Suroto (31), warga Desa Perdopo RT 01 RW 03, Kecamatan Gunungwungkal, kejadian tersebut sontak membuat saksi panik, Daliman kemudian segera memanggil warga sekitar dan menghubungi Ngatmanto serta Rumadi yang merupakan perangkat Desa Cabak, Keduanya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Tlogowungu segera datang ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam pemeriksaan di lokasi, polisi juga menemukan sebuah kendaraan bermotor Honda PCX berwarna putih yang diduga kuat milik korban, terparkir di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia kurang dari enam jam sebelum ditemukan, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>“Termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia,” tutupnya</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/warga-dukuh-brito-digemparkan-penemuan-pria-meninggal-dunia-gantung-diri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Bermuatan Keranjang Ayam Terbakar di Pakis Tambakromo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sutikno]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 09:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57606</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Si jago merah mengguncang warga Dukuh Mojo, Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (19/3/2026) siang sebuah truk yang terparkir di samping rumah warga tiba-tiba terbakar dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.</p>
<p>Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang kabin truk yang saat itu sedang terparkir dan bermuatan keranjang plastik ayam.</p>
<p>Dua saksi di lokasi, Ahmad Sauji dan Gunawan, yang melihat langsung kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Teriakan mereka membuat warga berdatangan untuk membantu memadamkan api sekaligus menghindari meluasnya kebakaran.</p>
<p>Warga bersama petugas kemudian berupaya memadamkan api yang terus membesar setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WIB.</p>
<p>Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar, Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro, mewakili Kasatreskrim Kompol Dika Hadian Widyatama, mengatakan kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp450 juta,” ungkap AKP Iswantoro.</p>
<p>Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran truk tersebut. Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/03/truk-bermuatan-keranjang-ayam-terbakar-di-pakis-tambakromo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
