<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GURU MENULIS &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/category/guru-menulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Apr 2023 13:19:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>STRATEGI INDEX CARD MATCH DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS VI</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/strategi-index-card-match-dalam-pembelajaran-tematik-di-kelas-vi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/strategi-index-card-match-dalam-pembelajaran-tematik-di-kelas-vi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 13:19:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[CARD MATCH DALAM PEMBELAJARAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48697</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pembelajaran Index Card Match adalah bentuk pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi masalah belajar dengan mencocokan atau mencari pasangan kartu yang berisikan pertanyaan dengan jawaban. TUJUAN Penerapan model Pembelajaran Index Card Match yaitu untuk melatih siswa agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok. Selain itu Index Card Match juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pembelajaran Index Card Match adalah bentuk pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi masalah belajar dengan mencocokan atau mencari pasangan kartu yang berisikan pertanyaan dengan jawaban.</p>
<p>TUJUAN Penerapan model Pembelajaran Index Card Match yaitu untuk melatih siswa agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok. Selain itu Index Card Match juga diguinakan untuk mengarahkan atensi siswa terhadap materi yang dipelajarinya dan cukup menyenangkan digunakan untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya.</p>
<p>CIRI – CIRI Model Index Match adalah :</p>
<p>( 1 ) model ini menggunakan waktu ( 2 ) Kartu dibagi menjadi dua yang berisi satu pertanyaan dan satu untuk jawaban . ( 3 ) Model ini dilakukan dengan cara berpasangan. ( 4 ) Setiap pasangan membacakan pertanyaan dan jawaban.<br />
FUNGSI Model Index Match:<br />
( 1 ) Agar siswa lebih cermat dalam pembelajaran. ( 2 ) Siswa akan lebih mudah dalam memahami suatu materi. ( 3 ) Siswa tidak merasakan kejenuhan dalam pembelajaran. ( 4 ) Siswa lebih semangat dalam menerima pembelajaran .</p>
<p>Dalam Strategi Index Match merupakan suatu proses pembelajaran untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara atau strategi maupun metode secara aktif dalam kontek pembelajaran aktif, guru dan peserta didik sama-sama diberdayakan secara aktif dalam keseluruhan proses pembelajaran sehingga peserta didik mengalami sendiri kegiatan belajar dan dapat memaknainya, dengan demikian guru dalam menjalankan peran utama dituntut untuk professional. Guru profesional adalah guru yang menguasai masalah belajar mengajar dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan terkait pengajaran. Salah satunya dengan menguasai berbagai macam strategi pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran ini sebagai salah satu contoh guru menjelaskan materi dengan mengaitkan mata pelajaran dengan sub tema Masyarakat Sejahtera Negara Kuat. Yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia,IPA, dan SBdP.</p>
<p>Prosedur dan Strategi Index Card Match diawali dengan :</p>
<p>( 1 ) membuat kartu sebanyak jumlah peserta. ( 2 ) membagi kartu menjadi dua bagian yang nantinya berisi kartu pertanyaan dan jawaban (3 ) Pada setengah bagian kartu index diisi dengan pertanyaan mengenahi konsep materi yang telah dipelajari dan pada setengah bagian lainnya tuliskan jawaban yang sesuai dengan konsep materi. ( 4 ) Gabungkan dua kelompok kartu tersebut dan kocoklah beberapa kali sehingga teracak sempurna. ( 5 ) Bagikan satu kartu pada setiap peserta kemudian menjelaskan aturannya. (6) Peserta disuruh menemukan pasangan kartunya setelah menemukan pasangan peserta didik duduk bersebelahan, (7) Apabila semua pasangan ( dengan kartu – kartunya yang telah berpasangan ) sudah duduk kemudian membacakan kartu mereka.</p>
<p>Kelebihan metode index Card Match menurut ( Zaini 2008,69 ) ( 1 ) Dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa baik secara kognitif maupun fisik ( 2 ) karena terdapat unsur permainan,metode ini menyenangkan ( 3 ) Meningkatkan pemafahan siswa terhadap materi yang dipelajari. ( 4 ) Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa ( 5 ) Efektif melastih kedisiplinan siswa dalam menghargai waktu untuk belajar.</p>
<p>Adapun kekurangan pada metode Index Card Match adalah :</p>
<p>( 1 ) Jika guru tidak merancang dengan baik, maka akan banyak waktu yang terbuang. ( 2 ) Jika guru tidak mengarahkan siswa dengan baik, pada saat siswa membacakan kartunya banyak siswa yang kurang memperhatikan yang akan menjadikan suasana menjadi ramai. ( 3 ) Menggunakan metode Index Card Match secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan. ( 4 ) Metode ini akan terkendala jika jumlah siswa tidak genap.</p>
<p>Jadi kesimpulannya adalah Keunggulan metode ini akan tercipta suasana yang menyenangkan dalam belajar dengan demikian saat metode ini di terapkan pada jam pelajaran terakhirpun siswa tetap antusias dalam belajar.</p>
<p>Sedangkan kelemahan metode ini adalah metode ini sulit diterapkan pada kelas dengan jumlah siswa ganjil, jika hal ini ditemui, maka diperlukan modifikasi disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. Demikian salah satu contoh strategi Index Card Match yang bisa dipakai dalam pembelajaran di sekolah Dasar.</p>
<p>Disusun oleh</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-48698" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230427-WA0004-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>SITI KUMISIH, S.Pd.SD<br />
SD NEGERI JERUK, KECAMATAN PANCUR KABUPATEN REMBANG</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/strategi-index-card-match-dalam-pembelajaran-tematik-di-kelas-vi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Metode Collaborative Learning Dalam Pembelajaran P5 di Sekolah Dasar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/pemanfaatan-metode-collaborative-learning-dalam-pembelajaran-p5-di-sekolah-dasar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/pemanfaatan-metode-collaborative-learning-dalam-pembelajaran-p5-di-sekolah-dasar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 11:56:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48461</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ) merupakan salah satu sarana untuk mencapai berbagai target dalam Profil Pelajar Pancasila.Dalam praktiknya Projek tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan ,sebagai sebuah proses penguatan karakter sekaligus sebagai bentuk belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya. Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 dimensi utama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ) merupakan salah satu sarana untuk mencapai berbagai target dalam Profil Pelajar Pancasila.Dalam praktiknya Projek tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan ,sebagai sebuah proses penguatan karakter sekaligus sebagai bentuk belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya.</p>
<p>Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 dimensi utama meliputi :</p>
<ol>
<li>Beriman,bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beraklak mulia.</li>
<li>Berkebinekaan global</li>
<li>Bergotong royong</li>
<li>Mandiri</li>
<li>Bernalar kritis</li>
<li>Kreatif.</li>
</ol>
<p>Salah satu Langkah untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila tersebut dilakukan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ). Yaitu pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.</p>
<p>Untuk mewujudkan terlaksananya P5 di Sekolah Dasar seperti yang kita harapkan Bersama ,maka kita harus bisa menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan pelaksanaan P5, salah satu metode yang sesuai untuk Pembelajaran P5 adalah Model Pembelajaran Collaborative Learning.</p>
<p>Collaborative Learning adalah suatu model pembelajaran yang membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran dengan membentuk siswa dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan masalah dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan kecakapan yang bervariasi serta para siswa mampu mengaktualisasikan pemikiran dan potensi yang dimilikinya dengan kata lain Collaborative Learning Mengajak peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Collaborative Learning sebagai model pembelajaran dalam rangka menanamkan karakter sejak usia sekolah dasar Sangat tepat karena mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter positif seperti :</p>
<ol>
<li>Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mandiri masing-masing siswa.</li>
<li>Kerja keras dalam belajar dan rasa ingin tahu yang kuat untuk memecahkan masalah secara Bersama-sama.</li>
<li>Menambah keberanian dan percaya diri siswa dalam berpendapat atau mengungkapkan gagasannya.</li>
<li>Kreatif dalam membangun dan menambah pengetahuan dan pengalaman.</li>
<li>Menumbuhkan semangat Kerjasama dan rasa kebersamaan antar siswa.</li>
<li>Menumbuhkan rasa peduli dan toleransi dengan sesamanya.</li>
</ol>
<p>Adapun Tujuan Penerapan Metode Collaborative Learning adalah :Untuk memudahkan para siswa belajar dan bekerja sama saling menyumbangkan pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara kelompok maupun individu.Sedangkan Manfaat Collaborative Learning menurut Johnsons ( 1989 ) dan Pantiz ( 1999 )Diantaranya dapat menunjang anak dalam sosial,psikologis,dan akademis. Dalam bidang sosial Collaborative Learning mengembangkan system pendukung sosial,mengarahkan atau membangun pemahaman ,keanekaragaman di kalangan siswa. Dalam aspek psikologis pembelajaran collaborative learning berpusat pada siswa sehingga meningkatkan percaya diri siswa,adanya Kerjasama yang mengurangi kecemasan siswa dalam aspek akademis collaborative learning membiasakan siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan yang sama.<br />
Penerapan model pembelajaran collaborative dilakukan melalui tahap-tahap :</p>
<ol>
<li>Menentukan tujuan belajar.</li>
<li>Membagi siswa ke dalam kelompok yang heterogen berdasarkan hasil pre tes dan jenis kelamin.</li>
<li>Melakukan diskusi kelompok dan mencatat hasil diskusi tersebut.</li>
<li>Laporan dikumpulkan kemudian di koreksi.</li>
</ol>
<p>Contoh Perilaku Collaborative<br />
Salah satu contoh dari perilaku Collaborative adalah : Pembelajaran berkelompok dimana sangat penting untuk menetapkan grup permanen dengan anggota maksimal 5 orang . jumlah anggota tersebut akan lebih memaksimalkan materi yang sedang disampaikan.</p>
<p>Adapun hal-hal yang diperlukan dalam Pembelajaran Collaborative Learning yaitu :<br />
Sifat-sifat Kerjasama,menghargai pendapat orang lain,pengendalian diri , kesabaran dan kecerdasan emosional yang mumpuni dari peserta didik.</p>
<p>Adapun Keunggulan dengan Penerapan Pembelajaran Collaborative Learning adalah :</p>
<ol>
<li>Prestasi belajar lebih tinggi.</li>
<li>Pemahaman lebih mendalam.</li>
<li>Belajar lebih menyenangkan.</li>
<li>Mengembangkan ketrampilan kepemimpinan.</li>
<li>Meningkatkan sikap positif.</li>
<li>Meningkatkan harga diri.</li>
<li>Belajar secara inklusif.</li>
<li>Merasa saling memiliki.</li>
<li>Mengembangkan ketrampilan masa depan.</li>
</ol>
<p>Sedangkan kelemahannya : membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai target yang diinginkan.<br />
Semoga bisa menjadi pilihan dalam menentukan model Pembelajaran dalam pelaksanaan P5.</p>
<p>Disusun Oleh :</p>
<p>Nama : Siti Rondiyah, S. Pd<br />
SD Negeri Jeruk<br />
Kec. Pancur. Kab. Rembang</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-48460" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/Screenshot_20230411-184131_1-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/pemanfaatan-metode-collaborative-learning-dalam-pembelajaran-p5-di-sekolah-dasar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Kabupaten Semarang Sumber Belajar IPS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/wisata-alam-kabupaten-semarang-sumber-belajar-ips.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/wisata-alam-kabupaten-semarang-sumber-belajar-ips.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2022 10:01:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam Kabupaten Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45718</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Dalam kegiatan pembelajaran tidak akan terlepas dari berbagai aspek untuk mendukung agar pelaksanaan pembelajaran tersebut bisa terlaksana dengan maksimal. Bagian dari proses pembelajaran yang tak bisa ditinggalkan yaitu sumber belajar. Hal ini bisa dimaknai apapun yang bisa dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar bisa didapatkan di seluruh sendi kehidupan dan sekitar sesuai dengan kebutuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> Dalam kegiatan pembelajaran tidak akan terlepas dari berbagai aspek untuk mendukung agar pelaksanaan pembelajaran tersebut bisa terlaksana dengan maksimal. Bagian dari proses pembelajaran yang tak bisa ditinggalkan yaitu sumber belajar. Hal ini bisa dimaknai apapun yang bisa dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar bisa didapatkan di seluruh sendi kehidupan dan sekitar sesuai dengan kebutuhan dan tidak memandang nominal harga serta tentunya sumber belajar ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh elemen manusia tanpa terkecuali.</p>
<p>Sumber belajar juga memiliki makna kombinasi dan terpisah. Karena anak didik ketika akan melakukan proses kegiatan belajar membutuhkan yang namanya sumber belajar tersebut. Diantara sumber belajar IPS yaitu pemanfaatan pariwisata sekitar.</p>
<p>Kepariwisataan merupakan salah satu dari sekian banyak gejala atau peristiwa dimuka bumi yang timbul dari aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya, yakni salah satu kebutuhan rohani dengan menyenangkan hati. Kegiatan pariwisata banyak mendatangkan keuntungan pada masyarakat, daerah dan negara. Untuk itu sektor pariwisata berusaha digalakkan oleh pemerintah untuk sumber pendapatan.</p>
<p>Dalam rangka mendukung pengembangan wisata Kabupaten Semarang, perlu adanya pemanfaatan wisata alam Kabupaten Semarang sebagai sumber belajar IPS lengkap dengan berbagai informasi yang terkait, seperti letak, aksesibilitas, panorama, atraksi, fasilitas, daya dukung lingkungan dan sebagainya. Dengan demikian, pembelajaran IPS tersebut harus berisi informasi yang menyeluruh (holistik) dan terpadu.</p>
<p>Fungsi obyek wisata alam Kabupaten Semarang selama ini hanya sebagai tempat rekreasi atau tempat bersenang-senang, menghilangkan stress dan lain-lain. Sebenarnya ada fungsi lain dari tempat atau obyek wisata yakni fungsi edukasi atau pendidikan, di mana orang dapat rekreasi sambil belajar.</p>
<p>Disusun Oleh</p>
<p>Dr. Apik Budi Santoso, M.Si.<br />
Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.<br />
Pradika Adi Wijayanto, S.Pd., M.Pd.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/wisata-alam-kabupaten-semarang-sumber-belajar-ips.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/pembentukan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-program-adiwiyata.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/pembentukan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-program-adiwiyata.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2022 09:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Program Adiwiyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45714</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Masalah peduli lingkungan bukan hal yang baru, melainkan sama dengan usia bumi ini, yang menurut para ahli usianya sekitar lima miliyar tahun. Buktinya bermacam-macam jenis hewan dan tumbuhan sudah punah, kepunahan mereka tidak datang secara tiba-tiba tanpa adanya keterkaitan dengan ekosistem. Seorang pendidik dan para ahli ilmu kejiwaan berpendapat bahwa penyebab adanya kerusakan pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> Masalah peduli lingkungan bukan hal yang baru, melainkan sama dengan usia bumi ini, yang menurut para ahli usianya sekitar lima miliyar tahun. Buktinya bermacam-macam jenis hewan dan tumbuhan sudah punah, kepunahan mereka tidak datang secara tiba-tiba tanpa adanya keterkaitan dengan ekosistem. Seorang pendidik dan para ahli ilmu kejiwaan berpendapat bahwa penyebab adanya kerusakan pada lingkungan disebabkan pendidikan Islam yang masih belum tertanam dengan baik. Sebagian para ahli berbeda pendapat tentang sebab terjadinya kerusakan lingkungan karena tidak tertanamnya karakter peduli dan berbudaya lingkungan sejak usia dini.</p>
<p>Kurangnya kesadaran dalam diri manusia terhadap melestariakan lingkungan akan menyebabkan problematika yang kurang baik terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan perbuatan manusia yang kurang bertanggung jawab dalam melestarikan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan. Bagi masyarakat Indonesia membuang sampah sembarangan merupakan budaya yang dianggap sebagai perbuatan yang wajar, tanpa ada konsekuensi hukum bagi yang melanggarnya. Apabila dibiarkan begitu saja maka akan menyebabkan banjir, jika sampah dibuang di area jalan, kemudian hujan datang, maka sampah akan mengalir kepada saluran air dan menghambat terhadap aliran air sehingga menyebabkan pencemaran air dan lingkungan. Begitu pula sebaliknya, jika seluruh air hujan dialirkan melalui saluran air hujan tanpa ada sedikitpun bagian yang diresapkan ke dalam tanah, hal ini mengakibatkan sulitnya menyeimbangkan tata air dan hidro ekosistem di lingkungan atau kawasan permukiman tersebut.</p>
<p>Pada dasarnya proses pembentukan karakter dengan menjaga lingkungan terbentuk dalam waktu yang relatif lama. Seseorang akan memiliki sikap peduli terhadap lingkungan sebagai akibat dari rutinitas atau kegiatan yang berlangsung terus menerus. kebiasaan (habituations) yang berlangsung dan secara terus menerus akan tertanam dengan kuat di alam pikiran bawah sadar (subconsciousness), hingga nantinya akan diekspresikan tindakannya di dalam kehidupan sehari-harinya (habits) sebagai nilai karakter yang telah dimiliki.</p>
<p>Penanaman karakter pelestarian lingkungan pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengenalkan alam sekitar lingkungan dengan memberikan contoh langsung seperti memberi nama dan jenis tumbuhan, mengenalkan hewan dengan cara menyentuh dan menjaga kebersihannya, mengajak anak melihat awan dan sebagainya.</p>
<p>Penanaman sebuah nilai karakter dapat diberikan dengan proses pembiasaan, pengulangan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Proses penanaman nilai-nilai karakter dapat menciptakan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman. “Penanaman nilai-nilai karakter pada anak usia dini tidak hanya mengharapkan ketaatan, tetapi juga karena anak merasa bahwa nilai-nilai karakter tersebut benar dan bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Dengan cara ini, setiap individu selalu termotivasi untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut dari dalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Maka dari itulah, program adiwiyata merupakan tujuan dalam rangka menanamkan karakter peduli dan berbudaya lingkungan. Terdapat suatu kata asal dari kata Program Adiwiyata yaitu “ADI” dan “WIYATA”. Kata adi berarti besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Kata wiyata mempunyai makna tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial. Adiwiyata merupakan program Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang bertujuan mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga madrasah sehingga menjadi karakter peduli dan berbudaya lingkungan sebagai upaya pelestarian terhadap lingkungan hidup.</p>
<p>Program tersebut juga merupakan strategi pemberian pendidikan lingkungan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan maksud terciptanya sekolah atau lembaga pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program adiwiyata telah menjadikan individu memiliki sikap peduli kepada lingkungan dengan cara membiasakan peduli terhadap lingkungan. Pembiasaan atas peduli dan berbudaya lingkungan bisa dimulai dari menciptakan sekolah ramah lingkungan, melalui konsep sekolah adiwiyata. Adapun peran terpenting untuk menciptakan rasa peduli kepada lingkungan ialah pendidikan di sekolah.</p>
<p>Terkait dengan masalah lingkungan yang semakin hari makin bertambah banyak dan beragam macam masalah, maka dianjurkan untuk sekolah menerapkan konsep atau pengelolaan sekolah berbasis adiwiyata. Pendidikan karakter peduli dan berbudaya lingkungan merupakan pendidikan untuk mengajari peserta didik supaya mempunyai pengertian kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap alam. Hal ini sangat jelas menjadikan sekolah yang melakukan pendidikan berkarakter peduli lingkungan dengan baik. Demikian dengan menyeimbangkan kelestarian lingkungan hidup alam tetap terpelihara, demi kesejahteraan hidup manusia khususnya makhluk-makhluk lainnya.</p>
<p>Dalam membiasakan peduli lingkungan dan berbudaya pada diri peserta didik dapat dibentuk melalui penguatan karakter yang melibatkan tripisat pendidikan yaitu berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat. Oleh sebab itu, membiasakan merupakan salah satu hal yang dapat ditempuh dalam mengimplementasikan kurikulum pendidikan berkarakter. Artinya ketika nilai-nilai karakter sangat diharapkan dapat terinternalisasi dengan baik, maka diperlukan pembiasaan secara konsisten dan continue dalam kesehariannya. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, akan tetapi menyentuh pada aspek internalisasi dan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.</p>
<p>Disusun Oleh</p>
<p>Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.<br />
Fitri Amalia Shintasiwi, M. A.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/pembentukan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-program-adiwiyata.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Mitigasi Bencana Banjir</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/menumbuhkan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-mitigasi-bencana-banjir-2.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/menumbuhkan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-mitigasi-bencana-banjir-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2022 12:26:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45700</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Banyaknya daerah rawan bencana di Indonesia dan pentingnya peningkatan upaya pengurangan risiko bencana merupakan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama melakukan upaya tersebut secara terpadu dan terarah. Sebagai tenaga pendidik, perlu berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebencanaan, melalui pembelajaran yang tertintegrasi dalam beberapa mata pelajaran di pendidikan dasar dan menengah. Banjir merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong></a>, Banyaknya daerah rawan bencana di Indonesia dan pentingnya peningkatan upaya pengurangan risiko bencana merupakan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama melakukan upaya tersebut secara terpadu dan terarah. Sebagai tenaga pendidik, perlu berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebencanaan, melalui pembelajaran yang tertintegrasi dalam beberapa mata pelajaran di pendidikan dasar dan menengah.</p>
<p>Banjir merupakan peristiwa yang setiap tahun menjadi topik pemberitaan pada musim hujan,bnyak kota di Indonesia mengalami bencana banjir, telah banyak usaha yang di lakukan pemerintah antara lain membuat bedungan, pembuatan kanal, dan reboisasi hutan namun belum ada yang menyelesaikan bahkan kelihatanya makin lama semakin luas cakupanya.</p>
<p>Kota Semarang termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu permasalahan yang sering terjadi setiap tahunnya adalah masalah banjir. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Semarang mengidentifikasi 11 titik rawan bencana di Kota Semarang seperti pada Gambar 1. Sekretaris BPDB Kota Semarang, Winarsono mengatakan, ada dua ancaman bencana di Kota Semarang seperti banjir dan tanah longsor. Ancaman bencana bisa disebabkan beberapa faktor seperti hujan ekstrem. Apalagi jika terdapat drainase yang tersumbat membuat potensi terjadinya banjir semakin tinggi.</p>
<p>Dari masalah di atas penting bagi peserta didik sekolah menengah untuk mengenal tentang mitigasi bencana, pengenalan pemahaman terhadap mitigasi bukan hanya mensosialisasikan tentang bencana, atau berbagi pengetahuan tentang bencana serta bagaimana cara melindungi diri katika terjadi bencana, tetapi dapat berupa melatih kepekaan pada seorang guru dan pendidik supaya benar-benar dapat mengimplementasikan pada pembiasaan sehari-hari tentang bagaimana cara menjaga lingkungan yang baik dan memiliki rasa peduli terhadap lingkungannya, setidaknya dengan menstimulus anak dengan berupa kegiatan-kegiatan yang dapat membiasakan mereka agar memiliki karakter peduli terhadap lingkungan sekitarnya dapat meminimalisir dampak dari bencana di masa depan karena sejak dini sudah mulai dibiasakan.</p>
<p>Sebuah tindakan atau pembelajaran yang dapat dilakukan sebagai bentuk dalam mengurangi bencana pada peserta didik sekolah menengah sangat penting dilakukan, hal ini disebabkan karena bencana dapat memberi pengaruh terhadap anak, misalnya pengaruh pada kesehatan fisik, mental, serta proses terhadap keberlangsungan pendidikan mereka. Peran lingkungan di sekitar anak, seperti keluarga, komunitas, dan lingkungan dimana tempat ia tinggal sangat berpengaruh pada proses pemulihan seorang anak saat setelah mengalami bencana dan dapat menerima apa yang terjadi, serta mulai bangkit dan menjalani kehidupannya kembalai seperti semula. Oleh sebab itu sangat diperlukan sekali dalam mengefektifkan kebijakan menggunakan strategi coping dan mitigasi kepada anak.</p>
<p>Dari beragam kegiatan upaya dalam mitigasi bencana untuk peserta didik, sebuah upaya terbentuknya karakter peduli lingkungan melalui kegiatan menanam bukan hanya berpegaruh pada masa depan anak saja melainkan pengaruh pada perubahan lingkungan yang sehat ketika generasi tanggap dan peduli akan bagaimana pentingnya merawat dan menjaga lingkungan sehingga dapat mengurangi resiko banjir serta bencana-bencana lainnya.</p>
<p>Salah satu kegiatan pembelajaran mitigasi bencana yang dapat di implementasikan pada anak usia dini adalah kegiatan peduli lingkungan dengan pembiasaan menanam sebagai bentuk dalam menumbuhkan peduli lingkungan, hal ini dapat dilakukan secara bertahap pada langkah awal yaitu dengan sebuah pengenalan tentang sebab akibat, simulasi bencana serta menunjukan beberapa macam jenis bencana seperti gempa bumi, longsor, puting beliung, kebakaran, banjir, kekeringan, penyakit menular hingga upaya penanggulangan atau mitigasi bencana memalui kegiatan dengan mendongeng, bermain dan pemutaran film atau video dan lain sebagainya.</p>
<p>Anak dengan kepribadian yang ramah lingkungan berdampak positif bagi kelangsungan hidup lingkungan. Sifat ramah lingkungan yang ditanamkan sejak kecil tidak berkurang seiring pertumbuhannya. Bahkan dengan pelatihan yang tepat, karakter hanya akan menjadi lebih kuat. Ia tentu perlu lebih memperhatikan dan melindungi keberadaan hewan, tumbuhan, air, tanah dan udara di sekitarnya sebagai suatu ekosistem yang saling berhubungan. Dengan demikian ekosistem tetap terjaga dengan baik dan tidak mudah rusak atau menimbulkan bencana ekosistem dimana-mana. Di sini, penting untuk mencegah (memitigasi) bencana lingkungan di usia muda.</p>
<p>Disusun Oleh</p>
<p>Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.<br />
Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/menumbuhkan-karakter-peduli-lingkungan-melalui-mitigasi-bencana-banjir-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Jitu Cara Mengatasi Kenakalan Siswa di Sekolah untuk Para Guru BK</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/tips-jitu-cara-mengatasi-kenakalan-siswa-di-sekolah-untuk-para-guru-bk.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/tips-jitu-cara-mengatasi-kenakalan-siswa-di-sekolah-untuk-para-guru-bk.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 14:52:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Jitu Cara Mengatasi Kenakalan Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45005</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, &#8211; Para siswa adalah remaja yang sedang mencari jati diri di masa-masa awal untuk tumbuh menjadi dewasa. Usia remaja yang kebanyakan berada di masa sekolah menengah rentan dengan siswa yang nakal. Menurut KBBI pengertian dari nakal adalah perilaku yang suka mengganggu orang lain, tidak menurut dan berbuat yang tidak baik. Perilaku tersebut bisa dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> &#8211; Para siswa adalah remaja yang sedang mencari jati diri di masa-masa awal untuk tumbuh menjadi dewasa. Usia remaja yang kebanyakan berada di masa sekolah menengah rentan dengan siswa yang nakal.</p>
<p>Menurut KBBI pengertian dari nakal adalah perilaku yang suka mengganggu orang lain, tidak menurut dan berbuat yang tidak baik. Perilaku tersebut bisa dilakukan oleh siswa di sekolah dengan alasan-alasan dan faktor tertentu. Kenakalan siswa menjadi masalah hampir seluruh sekolah. Tidak mengherankan memang karena siswa yang berada di usia remaja sedang mencari eksistensi diri yang kadang ditunjukkan dengan kenakalan. Seringkali cara mengatasi kenakalan siswa di sekolah belum mencapai hasil seperti yang diharapkan. Tentu saja hal seperti ini akan membuat pusing guru dan orang tua.</p>
<p>Heni Hidayatun Ni’mah, salah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di salah satu madrasah aliyah, yaitu MA Ihyaul Ulum Wedarijaksa Pati, beliau memberikan beberapa pendapat tentang cara mengatasi kenakalan pada siswanya. Dapat dikatakan Heni memiliki cara dan kiat khusus untuk mengatasi kenakalan siswa di sekolah. Tentu saja beberapa hal yang disampaikan sudah diterapkan dalam kinerjanya dalam mengatasi problem terkait kesiswaan yang bermasalah di sekolah.</p>
<p>Menurutnya, Siswa yang nakal di sekolah bisa menyebabkan teman lainnya menjadi tidak nyaman dalam belajar. Parahnya lagi kenakalan tersebut bisa juga ditiru oleh siswa lainnya jika mereka melihat tidak ada tindakan tegas dari pihak sekolah. Agar kenakalan para siswa bisa dihindari maka sekolah harus tahu betul bagaimana cara untuk mengatasi kenakalan siswa di sekolah.</p>
<p>Berikut beberapa hal yang dipaparkan Heni dalam kegiatan orientasi sekolah dalam memberikan sambutan pembekalan para pembina dari OSIS sekolah.</p>
<p><strong>Kondisikan Sejak Awal</strong><br />
Jangan tunggu sampai siswa melakukan kenakalan yang baru dan ditindak kemudian. Bagaimanapun tindakan pencegahan jauh lebih baik dari upaya untuk mengatasi permasalahan. Oleh sebab itu sejak awal siswa masuk ke sekolah kondisikan mereka untuk selalu mematuhi setiap peraturan. Berikan penjelasan sejak awal kepada siswa bahwa di dalam lingkungan sekolah terdapat tata tertib dan peraturan yang harus dipatuhi. Jika ada siswa yang berperilaku tidak sesuai dengan tata tertib maka sekolah akan memberikan sanksi.</p>
<p><strong>Bertindak Sebagai Mentor</strong><br />
Siswa yang nakal bisa jadi disebabkan salah satunya karena beban yang sedang dirasakan oleh siswa tersebut. Dengan alasan itulah maka guru harus bisa bertindak sebagai mentor yang akan memberikan bimbingan kepada siswa mengenai hal-hal yang benar dan bagaimana cara menaati peraturan sekolah.</p>
<p>Ketika menjumpai siswa yang berpotensi menjadi nakal segera ajak untuk berkomunikasi dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Tujuannya adalah agar siswa percaya dan mau menceritakan semua masalah yang dihadapinya sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat.</p>
<p><strong>Mempererat Hubungan Guru dan Siswa</strong><br />
Cara mengatasi kenakalan siswa di sekolah selanjutnya adalah melalui hubungan yang hangat antara guru dan anak didik. Selayaknya guru berperan sebagai pengganti orang tua saat anak berada di sekolah sehingga perlu dikembangkan hubungan yang erat serta komunikasi yang efektif. Guru bisa mengajak siswa untuk bersikap terbuka, saling menghargai dan menghormati satu sama lain supaya hubungan yang terbentuk menyenangkan. Ikatan yang erat antara guru dan siswa akan mempermudah penyelesaian setiap masalah yang dihadapi sehingga kenakalan bisa dihindari.</p>
<p><strong>Menguatkan Diri </strong><br />
Banyak guru yang pada akhirnya harus menyerah saat harus menghadapi kenakalan siswanya. Memberikan pengarahan dan intervensi pada siswa yang nakal memang tidak mudah bahkan tidak jarang guru justru menjadi korbannya. Itulah mengapa sebaiknya guru juga menguatkan dirinya sendiri lebih dulu supaya lebih mampu dan sabar dalam menghadapi berbagai kenakalan siswa. Guru yang lebih siap tidak akan menunjukkan sikap marah dan bermusuhan pada siswa tersebut sehingga perlahan-lahan mereka bisa kembali menjadi anak yang baik.</p>
<p><strong>Berikan Contoh yang Baik</strong><br />
Berikan contoh bagaimana cara menaati aturan, menghargai orang yang lebih tua dan teman sekolah, bersikap baik saat belajar di kelas dan sebagainya. Melalui contoh-contoh baik tersebut maka lama-kelamaan siswa akan berusaha untuk mengikutinya.</p>
<p>Cara mengatasi kenakalan siswa di sekolah hanya akan berhasil jika seluruh komponen yaitu guru, staf, pimpinan dan juga keluarga turut aktif mendukungnya. Jika siswa sudah bisa merasa sekolah merupakan tempat yang nyaman maka kenakalan tidak akan dilakukan. Ada berbagai contoh kenakalan remaja yang biasa terjadi, mulai dari yang sifatnya tidak membahayakan hingga tindakan kriminal contohnya: berkelahi, keluyuran, bolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit, berkendara tanpa SIM, mengambil barang orangtua atau orang lain tanpa izin.</p>
<p>Bahkan kenakalan remaja tidak hanya itu saja, malah bisa sampai tindakan kriminal seperti menonton video porno, mabuk-mabukan, tawuran, balapan liar atau ugal-ugalan, perjudian ataupun taruhan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hubungan seks bebas, pencurian, pemerkosaan, hingga pembunuhan.</p>
<p>Di sisi lain, dampak kenakalan remaja pada keluarga dapat menyebabkan ketidakharmonisan dan terputusnya komunikasi antara anak dan orangtua. Sementara itu, pelanggaran hukum di sekolah bisa menyebabkan anak terkena sanksi hingga dikeluarkan. Misalnya, dampak tawuran pelajar membuat anak dihukum skors selama 2 minggu. Maka dari itu, kenakalan anak sekolah zaman sekarang harus menjadi perhatian khusus. Ada dua faktor yang memicu terjadinya kenakalan remaja. Pertama, faktor internal. Di antaranya krisis identitas dan memiliki kontrol diri yang lemah. Kedua, faktor eksternal. Bisa keluarga, sekolah, dan kondisi lingkungan sosial.</p>
<p>Dalam hal ini, permasalahan kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan begitu saja. Untuk membantu siswa mencapai tujuan-tujuan perkembangannya dan mengatasi permasalahannya, maka segenap kegiatan dan kemudahan yang diselenggarakan sekolah perlu diarahkan kesana.</p>
<p>Di sinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan konseling di samping kegiatan pengajaran. Dan pelayanan bimbingan dan konseling merupakan peran yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mengatasi kenakalan remaja terkait dengan fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Antara lain:</p>
<p><strong>Tindakan Preventif</strong><br />
Merupakan tindakan yang dapat mencegah timbulnya kenakalan remaja secara umum. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara mengenal remaja lebih dalam lagi (melakukan pendekatan dengan remaja). Bisa mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami remaja. Melakukan usaha pembinaan remaja. Tujuannya memperkuat sikap mental remaja agar mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja baik di rumah dan di sekolah. Pemberian bimbingan pengenalan diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Penyesuaian diri. Orientasi diri dengan penekanan pada kesadaran nilai-nilai sosial, moral, dan etika.</p>
<p><strong>Tindakan Represif</strong><br />
Ini merupakan usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral. Dapat dilakukan dengan memberikan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran yang dilakukan.<br />
Pelanggaran tata tertib sekolah pada umumnya tindakan represif diberikan dalam bentuk peringatan secara lisan maupun tulisan kepada siswa dan orang tua. Kemudian melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan tim guru atau guru pembimbing. Tergantung pada jenis pelanggaran tata tertib yang dilakukan siswa.</p>
<p><strong>Tindakan Alih Tangan Kasus</strong><br />
Merupakan kegiatan untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami siswa. Caranya dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten, seperti kepada dokter, psikiater, psikolog, serta ahli lainnya. Tujuannya, agar siswa dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas.</p>
<p>Berdasarkan paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa kenakalan yang terjadi pada diri remaja perlu mendapat perhatian khusus. Untuk mengatasinya tentu memerlukan pendekatan dan strategi khusus pula. Sehingga mampu mengembalikan kepercayaan diri pada remaja. Juga mampu mengembangkan potensinya ke arah yang lebih positif. Serta mampu menyesuaikan diri dengan lajunya arus globalisasi saat ini.</p>
<p style="text-align: center;">disusun oleh</p>
<p style="text-align: center;">Heni Hidayatun Ni’mah, S.Kom.I</p>
<p style="text-align: center;">MA. Ihyaul Ulum Wedarijaksa</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/tips-jitu-cara-mengatasi-kenakalan-siswa-di-sekolah-untuk-para-guru-bk.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berinovasi di Tengah Pandemi untuk Mencetak Pramuka Garuda Siaga. Oleh : Bambang Mulyono, S. Pd</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/berinovasi-di-tengah-pandemi-untuk-mencetak-pramuka-garuda-siaga-oleh-bambang-mulyono-s-pd.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/berinovasi-di-tengah-pandemi-untuk-mencetak-pramuka-garuda-siaga-oleh-bambang-mulyono-s-pd.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 09:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34970</guid>

					<description><![CDATA[PRAMUKA harus tetap produktif mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia no. 12 Tahun 2020 disebutkan bahwa tujuan Gerakan Pramuka adalah membentuk setiap anggota Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, dan beraklak mulia, berjiwa patriot taat hukum, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Dari tujuan Pramuka tersebut telah jelas dapat ditangkap makna bahwa Gerakan Pramuka adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PRAMUKA</strong> harus tetap produktif mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia no. 12 Tahun 2020 disebutkan bahwa tujuan Gerakan Pramuka adalah membentuk setiap anggota Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, dan beraklak mulia, berjiwa patriot taat hukum, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Dari tujuan Pramuka tersebut telah jelas dapat ditangkap makna bahwa Gerakan Pramuka adalah sebuah kawah Candradimuka pembentukan karakter generasi milenial. Ini untuk tumbuh dan mengembangkan dirinya secara optimal demi Nusa dan Bangsa melalui intensitas pendampingan. Generasi milenial akan dibantu menemukan jati diri keutamaan hidup demi masa depan bangsa yang dalam,dekade berikutnya akan menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p>Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga serta wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda dengan menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta berlandaskan sistem among. Dengan adanya Pandemi ini, otomatis semua kegiatan lapangan terhenti, jadi para pembina harus mencari alternatif kegiatan pengganti yang dapat dilaksanakan dirumah masing-masing peserta didik. Sehingga nilai-nilai pendidikan karakter peserta didik dapat terpenuhi, karena pendidikan karakter  inilah yang tidak dapat tergantikan dengan pembelajaran jarak jauh (online). Karena pendidikan karakter ini membentuk life skill utamanya serta melatih kemampuan soft skill dari para peserta didik, berbagai strategi kreatif menjadi pertimbangan utama dalam menyampaikan materi supaya pendidikan karakter tidak terhenti pembina harus dapat merancang kegiatan berbasis keluarga, salah satu kegiatan yang dimaksud adalah memberikan tugas yang dikerjakan bersama – sama dengan anggota keluarga sebagai pendamping  dan pembimbing, utamanya keluarga terdekat yaitu ibu, ayah, maupun kakak. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak baik yaitu pertama menambah kedekatan dengan keluarga, kedua memanfaatkan moment di rumah saja sehingga sekalian mendukung program protokol kesehatan dari pemerintah selain itu juga melatih kemampuan dan ketrampilan para peserta didik langsung.</p>
<p>Sebagai Contoh kegiatan pramuka yang baru saja terlaksana di pangkalan SDN Tambakagung, kami membina memberikan tugas kepada anak didik kami berupa pembuatan hasta karya dari stick es cream untuk dibuat menjadi Vas bunga berbentuk sepeda dengan kegiatan ini diharapkan selain melatih kemampuan  life skill para anggota pramuka bisa membuat hasta karya berupa vas bunga, juga menambah kedekatan dengan orang tua dalam memanfaatkan moment dirumah saja. “bisa dilihat di you tube : Hasta karya stick es cream sdn Tambakagung” red. Para orang tua sangat antusias berkegiatan dengan anak-anaknya, juga membantu sedikit meringankan dampak psikologis dari Pandemi ini.</p>
<p>Hal ini membuat kami para Pembina terpacu dan bersemangat untuk merancang kegiatan alternatif lain juga tetap dapat melaksanakan pendidikan karakter bagi peserta didik.</p>
<p>Sebagai Pelatih Hebat Dimasa Pandemi berdasarkan keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 038 Tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda. Kami juga mengantarkan peserta didik kami untuk menjadi Pramuka Garuda. Saat ini peserta didik kami yang sudah menjadi Pramuka Garuda Siaga diantaranya : ananda  Aisha Rachel Ardiyanti dan Vezia Queenara. Adapun syarat-syarat Pramuka Garuda sebagai Pramuka Siaga,</p>
<p>Seorang Pramuka siaga diputuskan sebagai Pramuka Garuda bila sudah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Menjadi contoh yang tidak memihak dalam Perindukan Siaga dirumah, disekolah atau disekeliling yang terkait pergaulannya sesuai dengan inti Dwisatya dan Dwidarama,</li>
<li>Sudah menyilakan duduk SKU tingkat Siaga Tata.</li>
<li>Sudah mempunya Tanda Kecakapan Khusus sebagai Pramuka Siaga,sedikit-dikitnya enam jenis dari tiga babak Tanda Kecakapan Khusus.</li>
<li>Dapat menunjukkan Hasata Karya hasil pekerjaannya sendiri sedikit-dikitnya sembilan jenis dengan memakai sedikit-dikitnya tiga jenis bahan.</li>
<li>Pernah mengikuti Pesta Siaga sedikitnya dua kali.</li>
<li>Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.</li>
<li>Dapat mempertunjukkan kecakapannya didepan umum dalam aib satu babak seni kebiasaan istiadat.</li>
</ul>
<p>Seorang peserta didik yang telah mncapai tingkatan terakhir dalam golongannya dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang  kelayakan, baik dalam segi mental ataupun sisi kelayakan persyaratan setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan diwawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat. Setelah lulus tes wawancara dan kecakapan seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka. Pelantikan dihadiri oleh tim penguji, orang tua dan tokoh Pramuka.</p>
<p>Sebagai Pelatih Hebat dimasa Pandemi saat ini kami baru mempersiapkan segala persyaratan yang harus di penuhi oleh anak didik kami di Pramuka Tingkat Siaga untuk bisa mengantarkan anak didik kami menjadi Pramuka Garuda Siaga yang jumlahnya lebih banyak lagi. Kami berusaha keras agar anak didik kami ditingkat Pramuka Siaga semua bisa menjadi Pramuka Garuda. Itu harapan kami  tentunya untuk bisa mewujudkan keinginan dan cita-cita kami semua harus bekerja keras, sabar, telaten serta kita buat skedul kegiatan agar bisa terlaksana sesuai dengan yang kita harapkan.</p>
<p>Semoga Pandemi ini segera berakhir, Sehingga kegiatan kepramukaan yang berorientasi mendidik karakter peserta didik dapat dilaksanakan langsung lagi/tatap muka .</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-34969" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/080a5d46-9101-452e-b020-17e90e795bb0-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Oleh : Bambang Mulyono, S. Pd</p>
<p>(Kepada Sekolah/Ka Mabigus Pangkalan Gudep SDN Tambakagung Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/berinovasi-di-tengah-pandemi-untuk-mencetak-pramuka-garuda-siaga-oleh-bambang-mulyono-s-pd.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA USIA TODDLER DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/10/pentingnya-pendidikan-karakter-pada-usia-toddler-dalam-tumbuh-kembang-anak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/10/pentingnya-pendidikan-karakter-pada-usia-toddler-dalam-tumbuh-kembang-anak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2021 12:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34089</guid>

					<description><![CDATA[Pendidikan karakter merupakan proses yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional,spiritual, dan kepribadian . Pendidikan karakter berperan penting bagaimana anak bersikap dan menjalani kehidupan mereka. Disini ada 5 alasan Pentingnya usia Toddler dalam Tahapan Tumbuh Kembang Anak. Masa toddler adalah Ketika anak berusia antara 12 – 36 bulan. Dalam Bahasa Inggris “ TO TODDLE “ [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan karakter merupakan proses yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional,spiritual, dan kepribadian . Pendidikan karakter berperan penting bagaimana anak bersikap dan menjalani kehidupan mereka.</p>
<p>Disini ada 5 alasan Pentingnya usia Toddler dalam Tahapan Tumbuh Kembang Anak.</p>
<p>Masa toddler adalah Ketika anak berusia antara 12 – 36 bulan.</p>
<p>Dalam Bahasa Inggris “ TO TODDLE “ yang berarti berjalan dengan tidak stabil,sebagaimana biasanya dilakukan oleh anak diusia ini. Masa toddler adalah masa penting,sensitive dan kritis yang tidak akan Kembali lagi ( IRREVERSIBLE) di sebut periode kritis karena pengaruh dari lingkungan sangat diperlukan untuk pembentukan Sinaps otak, dan jika stimulasi tidak diberikan maka fungsi otak yang berperan dalam fungsi tersebut tidak dapat diperbaiki. Disebut periode sensitif karena stimulasi yang diberikan pada periode ini memberikan efek yang paling besar dan apabila terlewatkan maka akan membutuhkan usaha dan waktu yang lebih untuk dapat mempelajarinya.</p>
<p><strong>Perkembangan utama yang terjadi masa Toddler:</strong></p>
<p><em><strong>1. Perkembangan Volume otak yang pesa</strong></em>t<br />
Otak sibuah hati mengalami sejumlah perubahan yang mengesankan , ketika masih dalam kandungan hingga berusia tiga tahun saat lahir sudah memiliki semua neuron yang diperlukan,ukurannya berlipat ganda pada tahun pertama, dan pada masa usia 2 th pertumbuhan volume otak akan mulai mencapai 80% dari volume orang dewasa.</p>
<p><em><strong>2. Kemandirian untuk bereksplorasi (Kemampuan berjalan dan berpikir)</strong></em><br />
Ciri terbesar kemandirian dalam tahapan tumbuh kembang anak adalah saat ia berjalan pada usia 1 th.</p>
<p>Menurut Alan Fogel,Ph.D seorang Profesor Psikologi di University Of Utah : Di usia ini anak sudah memahami bahwa ia bisa berjalan sendiri dan Kembali kepada Bunda.</p>
<p><em><strong>3. Ketrampilan untuk melakukan hal-hal lain secara mandiri (termasuk makan hingga toilet training)</strong></em><br />
Pada usia 18 bulan kepercayaan dirinya akan meningkat karena pada usia ini berbagai macam ketrampilan mulai dikuasai,peningkatan kosa katanya yang memungkinkan anak memberi tau bunda apa yang dia inginkan,ketrampilan motoric kecil dan besar bekerja Bersama lebih lancer, dan ia juga sudah mengenali “ medan” di sekelilingnya dengan lebih baik.</p>
<p><em><strong>4. Daya tahan tubuh berkembang pesat di masa Toddler</strong></em><br />
Ketika lahir anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna,sehingga menyusui membantu melindunginya dari penyakit dengan menurunkan Anti Body Bunda, Ketika mencapai usia tertentu tubuhnya mulai dapat menghasilkan anti body sendiri ditambah dengan perkembangan organ tubuh,seperti saluran THT atau saluran pencernakannya yang semakin sempurna dan memasuki usia”Toddler” anak dapat mencerna lebih banyak nutrisi dari berbagai jenis makanan sehingga Bunda dapat mengantisipasi daya tahan tubuh yang makin meningkat di usia ini.</p>
<p><em><strong>5. Kebutuhan Nutrisi</strong></em><br />
Orang dewasa nutrisi dibutuhkan sebagai energi dalam menjalani aktifitas sehari-hari,kebutuhan nutrisi anak 2 kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa.</p>
<p><strong><em>Pendidikan Karakter memiliki tujuan :</em></strong><br />
Untuk membentuk manusia utuh atau holistic yang berkarakter yakni dengan mengembangkan aspek fisik, sosial,emosi,spiritual,kreatifitas dan juga intelektual yang nantinya diharapkan bis membentuk manusia life long learners atau Pembelajaran Sejati.</p>
<p>Karakter anak, keteladanan dari orang tua dan orang-orang dilingkungan sekitar anak akan menjadi modal anak dalam berperilaku.<br />
Anak adalah peniru ulang, Pendidikan karakter anak usia dini adapat mengantarkan anak pada matang dalam mengolah emosi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-34087" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/IMG-20211012-WA0017-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>SITI RONDIYAH, S.Pd<br />
SDN JERUK, KECAMATAN PANCUR, KABUPATEN REMBANG</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/10/pentingnya-pendidikan-karakter-pada-usia-toddler-dalam-tumbuh-kembang-anak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengisi Waktu Liburan Siswa di ERA Pandemi dengan Kegiatan Positif</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/06/mengisi-waktu-liburan-siswa-di-era-pandemi-dengan-kegiatan-positif.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/06/mengisi-waktu-liburan-siswa-di-era-pandemi-dengan-kegiatan-positif.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2021 09:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa di ERA Pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=29431</guid>

					<description><![CDATA[MEMASUKI liburan kenaikan kelas dan tahun kedua di era Pandemi Covid 19 ini, banyak siswa yang menghabiskan waktunya tanpa arti. Mereka banyak yang menggunakan untuk bermain sepanjang waktu, bermain game,bermain  HP,atau tidur tiduran lebih lama, hingga anak yang punya jiwa wirausaha ada juga yang mulai mencoba jualan secara online, membuka angkringan, ataupun bekerja di beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMASUKI</strong> liburan kenaikan kelas dan tahun kedua di era Pandemi Covid 19 ini, banyak siswa yang menghabiskan waktunya tanpa arti. Mereka banyak yang menggunakan untuk bermain sepanjang waktu, bermain game,bermain  HP,atau tidur tiduran lebih lama, hingga anak yang punya jiwa wirausaha ada juga yang mulai mencoba jualan secara online, membuka angkringan, ataupun bekerja di beberapa kedai kopi/ cafe. Beragam kegiatan yang dilakukan siswa kadang juga membuat orang tua bingung bagaimana mengarahkan anaknya dengan situasi pandemi yang kian merebak ini. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh siswa supaya dapat kerasan dirumah dan kegiatannya tidak menjemukan serta bersifat positif, diantaranya dengan</p>
<ol>
<li><strong>Mengembangkan hoby berkaitan dengan Perencanaan Karier dirumah</strong> .</li>
</ol>
<p>Hoby yang dimiliki siswa tentu saja beragam. Namun disini kita khususkan dengan hoby yang berkaitan dengan pengembangan karier sesuai dengan bakat dan minatnya. Anak yang hobinya senang dengan tanaman, atau bidang Pertanian bisa membuat taman di pekarangan,menanam bunga, buah atau sayuran sesuai dengan keinginannya. demikian juga yang suka bidang arsitektur bisa menata perabot yang ada didalam rumah dengan tatanan dan desain interior yang membuat nyaman .</p>
<p>Untuk  siswa yang hoby dibidang seni juga dapat menggunakan liburan dirumah dengan asyik. Apakah dengan menciptakan lagu, atau kreasi tari dll. Jika ini didukung dan di support oleh orang tua dan keluarga, maka liburan kenaikan kelas ataupun belajar secara daring tetap akan efektif dan berdaya guna.</p>
<p><strong>2.  Mengikuti Pelatihan / Kursus/ Bimbingan belajar secara Online</strong> .</p>
<p>Selain dengan pengembangan hobi yang berkaitan dengan Karier, di masa Pandemi ini siswa hendaknya mempunyai kesadaran untuk tidak banyak keluar rumah. Jika tidak sangat penting sekali semboyan stay at home akan lebih baik. Dan saatnya anak dapat browsing untuk mengikuti pelatihan/ webinar. Workshop dan kursus kursus lainnya yang dapat untuk menambah pengetahuan bagi dirinya. Hal ini sangat berguna sekali, apalagi kalau kursus / pelatihannya ada sertifikatnya. Kursus ini banyak ragamnya, missal yang berkaitan dengan pengembangan Kepribadian, menyeimbangkan otak kanan dan kiri dll.</p>
<p><strong>3.  Menikmati Waktu Bersama Keluarga</strong></p>
<p>Keluarga merupakan satu kesatuan yang utuh. Antara satu dengan lainnya harus berinteraksi. Jangan sampai suasana rumah tidak menyenangkan karena tidak ada komunikasi yang baik. Untuk itu usahakan bisa akrab dan saling berbagi cerita serta keterbukaan., Diskusikan hal hal yang berkaitan dengan keinginanmu,Apakah soal kelanjutan studi, hingga sampai pada pembiayaan dan lain-lain. Buatlah keluarga menjadi tempat terbaik ,Nikmatilah waktu luang yang sangat berharga untuk berkumpul dan mengobrol bersama keluarga. Dengarkan cerita-cerita menarik yang disampaikan oleh anggota keluarga . dengan demikian pasti akan tercipta keluarga yang harmonis.</p>
<p><strong>4.  Melakukan Olahraga secara teratur.</strong></p>
<p>Luangkanlah waktu sekitar 30 menit minimal setiap harinya untuk berolahraga agar tubuh menjadi bugar , sehat, serta menguatkan system imun , selain itu kita bisa menjadi lebih rileks dan fresh.</p>
<p><strong>5.  Istirahat yang cukup agar Kesehatan tetap terjaga.</strong></p>
<p>Menggunakan HP yang terlalu lama bisa membuat mata menjadi Lelah dan sakit. Demikian juga misalnya waktu lebih sering digunakan untuk aktivitas yang berlebihan. Untuk itu kita harus bisa mengatur waktu dengan sebaik- baiknya, seimbang dan proposional antara kegiatan dan istirahat.</p>
<p><strong>6.  Asupan Gizi dan Vitamin yang cukup untuk menambah Imunitas tubuh.</strong></p>
<p>Upaya yang terakhir agar liburan tetap aman , nyaman dan sehat yaitu dengan menjaga imunitas tubuh dengan maksimal, yaitu dengan asupan gizi dan vitamin yang cukup.</p>
<p>Demikian beberapa hal yang dapat dicoba sebagai upaya menangkal dan mencegah meningkatnya orang yang terpapar corona dengan melakukan kegiatan yang positif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-29430" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/06/photo_2021-06-17_11-59-08-300x300.jpg" alt="Mujiannie, S.Pd.M.Si" width="300" height="300" /></p>
<p>Mujiannie, S.Pd.M.Si</p>
<p>Guru BK SMA Negeri 3 Pati</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/06/mengisi-waktu-liburan-siswa-di-era-pandemi-dengan-kegiatan-positif.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metode PJBS Untuk Anak Disgrafia</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/05/metode-pjbs-untuk-anak-disgrafia.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/05/metode-pjbs-untuk-anak-disgrafia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2021 09:20:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GURU MENULIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=28458</guid>

					<description><![CDATA[ANAK dalam kondisi Disgrafia atau kesulitan Untuk menulis akan mengalami masalah terhadap kemampuannya dalam menulis sebagai salah satu dasar yang harus dimiliki. Kondisi anak yang mengalami gangguan Disgrafia dalam belajarnya memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dikenali. Beberapa ciri dan karakter anak Disgrafia : Anak sering tidak konsisten ketika menulis baik bentuk  maupun  ukurannya yang tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ANAK</strong> dalam kondisi Disgrafia atau kesulitan Untuk menulis akan mengalami masalah terhadap kemampuannya dalam menulis sebagai salah satu dasar yang harus dimiliki. Kondisi anak yang mengalami gangguan Disgrafia dalam belajarnya memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dikenali.</p>
<p>Beberapa ciri dan karakter anak Disgrafia :</p>
<p>Anak sering tidak konsisten ketika menulis baik bentuk  maupun  ukurannya yang tidak beraturan , sering mencampur pemakaian huruf kecil dan huruf besar, Kemampuan  memegang alat tulis yang kurang baik</p>
<p>Disini penulis akan memberikan beberapa metode yang sesuai untuk anak Disgrafia :</p>
<ol>
<li>Metode Pramenulis adalah dengan metode</li>
</ol>
<p>Strategi atau cara pertama yang dapat dilakukan untuk secara efektif memberikan pembelajaran pada anak yang dengan kondisi disgrafia adalah dengan metode pra menulis.metode ini dilakukan dengan cara melatih anak untuk memulai mengenal alat alat tulis dengan baik. Beberapa bentuk latihan tersebut seperti melatih untuk  memegang pensil atau bulpoin dengan benar, mengatur posisi duduk dan jarak mata dengan buku. Gunakan pensil grip atau pensil segitiga dan mulailah melatih anak untuk mencoret coret secara bebas.</p>
<ol start="2">
<li>Metode menjiplak huruf</li>
</ol>
<p>Metode selanjutnya yang dapat dilakukan untuk membantu mengajarkan anak disgrafia sebagai salah satu jenis gangguan  anak belajar pada anak memiliki kemampuan menulis yang cukup baik adalah dengan menjiplak huruf.metode ini dilakukan dengan cara menjiplak atau menulis diatas bentuk huruf yang sudah disediakan secara terus menerus untuk membantu anak memiliki kebiasaan yang baik dalam  menulis setiap huruf.sebelum menjiplak huruf,anak dapat diajarkan untuk membuat garis dan bangun datar terlebih dahulu.</p>
<ol start="3">
<li>Metode menulis huruf balok</li>
</ol>
<p>Metode pembelajaran untuk anak disgrafia selanjutnya adalah metode menulis huruf balok . Penulisan dengan huruf balok ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas pada anak. Metode ini dilakukan dengan cara pertama tama menyebutkan huruf pada anak sambil menunjukkan gambar cara-cara menulisnya.anak kemudian diberi lembar yang berisikan huruf untuk ditulis ulang atau dijiplak yang secara berurutan ketebalan dari huruf yang harus dijiplak dikurangi lalu berubah menjadi titik-titik.</p>
<ol start="4">
<li>Metode menulis bersambung</li>
</ol>
<p>Metode terakhir yang juga dapat dilakukan untuk pembelajaran anak disgrafia adalah metode menulis bersambung. Metode ini dilakukan  dengan cara setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya. Jika anak sudah terbiasa maka ajarkan untuk menulis bersambung yang sebenarnya atau yang biasanya dilakukan secara normal.melalui</p>
<p>penulisan bersambung ini anak aka den terbiasa menulis kata demi kata untuk membentuk sebuah kalimat.</p>
<p>Itulah beberapa metode pembelajaran untuk anak disgrafia yang perlu di perhatikan  dengna baik dan benar. Dalam setiap metode yang ada harus dilakukan secara perlahan dan terus menerus agar anak terbiasa dalam menulis huruf dan kata untuk membentuk sebuah kalimat dengan jelas. mengetahui anak memiliki kondisi disgrafia sebagai salah satu kesulitan belajar dalam psikologi Pendidikan akan lebih mudah mengatasinya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-28460 size-medium aligncenter" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/guru-menulis-2-235x300.jpg" alt="" width="235" height="300" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/guru-menulis-2-235x300.jpg 235w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/guru-menulis-2-696x890.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/guru-menulis-2-328x420.jpg 328w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/guru-menulis-2.jpg 717w" sizes="(max-width: 235px) 100vw, 235px" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Penulis : Supriyanti, S. Pd., M. Pd (SDN Tambakagung kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/05/metode-pjbs-untuk-anak-disgrafia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
