<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KATA REDAKSI &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/category/catatan-redaksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Sep 2023 04:21:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Berjuta Budaya Beraut Ketidaksetaraan Sosial</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/berjuta-budaya-beraut-ketidaksetaraan-sosial.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/berjuta-budaya-beraut-ketidaksetaraan-sosial.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 23:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia FIB UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51446</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  Kota Solo adalah salah satu kota yang terletak di Jawa Tengah. Kota ini memiliki sejarah dan budaya yang kaya, dengan banyak warisan bersejarah seperti keraton dan bangunan-bangunan tradisional Jawa yang indah. Solo juga dikenal sebagai pusat seni dan budaya Jawa, dengan seni pertunjukan seperti wayang kulit, gamelan, dan tarian tradisional yang sering dipraktikkan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,  </a>Kota Solo adalah salah satu kota yang terletak di Jawa Tengah. Kota ini memiliki sejarah dan budaya yang kaya, dengan banyak warisan bersejarah seperti keraton dan bangunan-bangunan tradisional Jawa yang indah. Solo juga dikenal sebagai pusat seni dan budaya Jawa, dengan seni pertunjukan seperti wayang kulit, gamelan, dan tarian tradisional yang sering dipraktikkan dan dipertunjukkan. Selain itu, Solo juga memiliki berbagai industri dan bisnis yang berkembang pesat, menjadikannya salah satu kota penting di Jawa Tengah.</p>
<p>Solo termasuk ke dalam salah satu kota ternyaman untuk ditinggali atau masuk ke kategori kota paling cocok untuk pensiunan. Di mana kota kecil yang tenang dan jauh dari kata kemacetan. Kota ini menjadi primadona bagi masyarakat luar yang ingin merasakan ketenangan sesaat dari kota metropolitan sesuai dengan semboyannya Berseri, singkatan dari &#8220;Bersih, Sehat, Rapi, serta Indah&#8221;, sebagai slogan yang menggambarkan betapa tenangnya kehidupan di dalam kota.</p>
<p>Tata ruang Kota Solo yang sangat indah dipandang dan juga jalanan yang jauh dari macet serta bersih menjadikan kenyamanan tersendiri. Kota ini juga memiliki kekayaan budaya yang kuat, yang memberikan identitas uniknya. Salah satu unsur budaya yang paling ikonik di kota ini adalah seni batik, dengan banyak pengrajin batik yang tersebar di seluruh wilayah, termasuk kampung batik Laweyan yang terkenal. Di sini, kita dapat menemukan banyak pengrajin dan toko yang menjual batik dengan pola khas asli Solo.</p>
<p>Kota ini juga memiliki potensi besar di bidang budaya dan ekonomi yang telah mendapatkan pengakuan hingga ke luar daerah, terutama dalam sektor pariwisata dan perdagangan. Keakraban penduduknya yang luar biasa membuat pengalaman wisata di Solo semakin istimewa, dan kota ini juga menjadi pusat seni dan kerajinan tangan yang menarik. Secara keseluruhan, kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional yang dimiliki oleh Solo menjadikannya tujuan wisata yang cukup masyhur.</p>
<p>Terdapat beragam tempat wisata yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Pemerintah Kota Solo juga telah memberikan upaya besar dalam mempromosikan pariwisata dengan menghadirkan ikon wisata unik, yakni bus tingkat bernama Werkudara. Dengan fasilitas ini, para wisatawan dapat menjelajahi berbagai tempat wisata menarik, merasakan sejarah yang kental, dan melihat pusat kerajinan yang ada di Kota Solo.</p>
<p>Selain itu, Kota Solo berupaya menghidupkan beragam festival budaya yang mengesankan, seperti Festival Wayang Kulit dan Festival Batik Solo, yang berhasil menarik perhatian penggemar seni dan budaya dari seluruh penjuru Indonesia. Semua usaha ini dimaksudkan untuk meningkatkan reputasi Solo sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Tengah. Dengan demikian, kota ini terus berusaha untuk memperkaya pengalaman kunjungan wisatawan dan mempromosikan kekayaan budayanya yang luar biasa.</p>
<p>Kota Solo tidak hanya dikenal karena keindahan objek wisatanya, tetapi juga terkenal karena ragam kuliner yang menawan. Kota ini membanggakan warisan kuliner yang sangat beragam, yang memadukan dengan apik tradisi kuliner Jawa dengan sentuhan kreativitas lokal yang tak terlupakan. Keberagaman bahan makanan yang berlimpah, teknik memasak yang beragam, serta citarasa yang istimewa menjadikan Solo sebagai destinasi kuliner yang memikat hati banyak orang.</p>
<p>Kota ini menawarkan banyak pilihan menarik bagi mereka yang mencari alternatif destinasi liburan yang unik. Dengan kekayaan budaya, keberagaman tempat wisata, berbagai kuliner otentik menjadikan kota ini sebagai tempat cocok bagi wisatawan. Jadi, jika kalian mencari pengalaman liburan yang berbeda dan ingin mengeksplorasi destinasi yang kaya akan budaya dan sejarah, Solo adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.</p>
<p>Kendati sebagai kota dengan seabrek warisan kental akan budayanya, Pemkot kini tengah melakukan revitalisasi secara besar-besaran untuk membangun pusat kebudayaan, hiburan, dan bisnis yang memikat. Kota Solo jangan sampai terbuai oleh prestasinya yang sudah ada. Sebaliknya, kota ini harus terus berusaha untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat upaya yang konsisten untuk memajukan Kota Solo sebagai destinasi wisata. Berbagai proyek pembangunan infrastruktur, pusat perbelanjaan, dan hiburan telah digelar untuk mengundang minat wisatawan dari berbagai penjuru.</p>
<p>Dalam prosesnya, Kota Solo telah mempertahankan dan mempromosikan aspek-aspek budayanya yang kaya, seperti seni tradisional Jawa dan kerajinan tangan yang unik.</p>
<p>Meskipun Kota Solo memiliki berbagai keunggulan tersendiri dibanding kota lain, kelemahan yang perlu segera diatasi oleh pemerintah kota setempat di antaranya adalah risiko banjir di beberapa wilayah yang terjadi selama musim hujan, khususnya di daerah yang berdekatan dengan sungai. Selain itu, pertumbuhan kota yang cepat dapat mengakibatkan urbanisasi yang tidak terkendali serta meningkatnya tuntutan akan infrastruktur. Masalah ketidaksetaraan sosial juga tidak terhindarkan, seperti yang umumnya terjadi di banyak kota di Indonesia, di mana kesenjangan sosial antar kelompok ekonomi masih menjadi isu yang signifikan di Kota Solo. Oleh karena itu, langkah-langkah perbaikan perlu diambil untuk menjaga daya tarik Kota Solo bagi para pengunjung.</p>
<p>Pemerintah Kota Solo harus segera melakukan tindakan perbaikan yang komprehensif untuk mengatasi berbagai kekurangan yang telah muncul. Tindakan ini perlu diambil untuk memastikan bahwa Kota Solo dapat menghadirkan layanan yang lebih baik kepada penduduknya dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Dalam menghadapi tantangan ini, Pemerintah Kota Solo harus bekerja keras untuk meningkatkan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mengatasi masalah-masalah lain yang telah teridentifikasi.</p>
<p>Dengan begitu, Kota Solo akan menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal, bekerja, dan berkembang, serta mewujudkan visi sebagai kota yang maju dan berdaya saing.</p>
<p>Penulis berharap Kota Solo dapat dianggap sebagai contoh yang menginspirasi tentang bagaimana sebuah kota kecil bisa terus berkembang dan berinovasi, meskipun sudah memiliki warisan budaya yang kuat. Hal tersebut berupa sudut pandang tentang cerita sebuah tekad dan semangat yang kuat untuk menjadikan sebuah kota sebagai pusat kegiatan budaya, hiburan, dan bisnis yang menarik perhatian dunia.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/berjuta-budaya-beraut-ketidaksetaraan-sosial.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Disebut Bleber?</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/mengapa-disebut-bleber.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/mengapa-disebut-bleber.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2022 07:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Maksud nama Bleber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=39275</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, DI balik peristiwa bertabrakannya truk tanki pengangkut air dengan mobil ambulans pembawa jenazah, sehingga menyebabkan satu orang yang ada dalam kendaraan tersebut meninggal seketika di tempat kejadian. Sedangkan dua lainnya, hingga berita ini ditulis, keduanya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD RAA Soewondo Pati. Orang Pati menyebutnya, tempat atau lokasi terjadinya kecelakaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, DI balik peristiwa bertabrakannya truk tanki pengangkut air dengan mobil ambulans pembawa jenazah, sehingga menyebabkan satu orang yang ada dalam kendaraan tersebut meninggal seketika di tempat kejadian. Sedangkan dua lainnya, hingga berita ini ditulis, keduanya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD RAA Soewondo Pati.</p>
<p>Orang Pati menyebutnya, tempat atau lokasi terjadinya kecelakaan adalah di sebuah perempatan yang selama ini terdapat fasilitas pengaman, yaitu lampu pengatur lalu lintas. Namanya perempatan &#8221;Bleber&#8221; atau lokasi tepatnya antara ruas jalan yang sisi selatan adalah Jl Dr Wahidin dan yang di sisi utara Jl Dr Susanto, di mana keduanya masuk Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati.</p>
<p>Semantara itu untuk sisi timur ruas Jl Dr Wahidin adalah Kampung Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, dan yang di sisi timur Jl Dr Susanto (utara) perempatan masuk wilayah Kelurahan Parenggan yang semunya di Kecamatan Pati. Berikutnya memanjang dari barat ke timur yang mempertemuakan titik tiga ruas jalan tersebut adalah Jl P Diponegoro Pati.</p>
<p>Karena itu, untuk membedakan nama atau sebutan Bleber Pati untuk perempatan tersebut dengan Bleber yang di wilayah, Kecamatan Cluwak, perlu diperjelas asal-usul nama Bleber Pati. Untuk membuka latar belakang cerita tentang Bleber itu sendiri berdasarkan cerita tutur, dan bukti peninggalan di sekitar era Tahun 1970-an adalah tumpukan batu bata untuk makam kuna.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-39274" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025.jpg" alt="" width="1200" height="1600" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025.jpg 1200w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-225x300.jpg 225w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-768x1024.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-1152x1536.jpg 1152w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-696x928.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-1068x1424.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0025-315x420.jpg 315w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Lokasinya ada di sisi barat Jl Dr Wahidin dan sisi selatan Jl P Diponegoro, sehingga tepatnya di sisi barat perempatan, serta berada di lahan milik seorang warga. Karena Jl P Diponegoro kala itu harus diperlebar berkait dengan dibangunnya jembatan baru di tengah alur Kalidoro untuk menuju Juwana, Rembang hingga Surabaya, maka kuburan kuna itu tidak ada yang mengetahui secara pasti di mana tempat pemindahannya.</p>
<p>Padahal, makam kuna dimaksud tak lain adalah makam putra kembar seorang kerandah Adipati Pati, Wasis Joyokusumo, yaitu Roro Suli, Putri Ki Ageng dan Nyi Ageng Kemiri. Akan tetapi dalam cerita tersebut dituturkan, bahwa dari percintaan Roro Suli dengan orang manca negara (Spanyol) Baron Skeber, lahirlah putra kembar laki-laki Janurwendo dan Sirwindo.</p>
<p>Dalam konflik internal tatkala Roro Suli disingkar di rumah Adipati Pati Wasis Joyokusumo, ternyata bertemu kembali dengan Baron Skeber sebagai orang taklukan Adipati karena kalah dalam adu kesaktian. Ketika pertemuan Ibu dengan ayah dan dua anaknya terjadi, hal tersebut diketahui Adipati Wasis Joyokusumo yang menganggap Baron Skeber sudah tidak lagi menundukkan kepatuhannya sebagai orang taklukan.</p>
<p>Dengan demikian, amarah Adipati Wasis pun tak terkendali, sehingga bocah kembar melihat kondisi itu keduanya ketakutan dan memutuskan untuk lari meninggalkan kadipaten. Sehingga Adipati memerintahkan para prajurit untuk mengejar dan mengajaknya kembali, tati Janur Wendo sudah keburu lari kencang ke utara, tapi terhalang sebuah kali kecil.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-39273" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1.jpg" alt="" width="1200" height="1600" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1.jpg 1200w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-225x300.jpg 225w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-768x1024.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-1152x1536.jpg 1152w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-696x928.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-1068x1424.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220305-WA0022-1-315x420.jpg 315w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Saat itu pertimbangan bocah tersebut, adalah jangan sampai ditangkap para prajurit sehingga dalam lari kencang itu disertai lompatan. Kuatnya lompatan tersebut, maka yang terdengar hanya suara seperti bertiupnya angin kencang &#8221;blebee&#8230;.eer,&#8221; sehingga nama tempat jatuh dan meninggalnya bocah tersebut sampai sekarang dikenal dengan sebutan &#8221;bleber.&#8221;</p>
<p>Sedangkan bocah laki-laki kembaran Janur Wendo yang tak lain adalah Sirwendo, kala itu disebut-sebut lari ke barat yang akhirnya juga terhalang alur kali yang melintang utara ke selatan. Takut tertangkap oleh para prajurit, maka pilihan akhir adalah berupaya untuk melompati alur kali tersebut tapi tidak sampai, dan bahkan &#8221;kejeglong,&#8221; dan meninggal, sehingga sampai sekarang orang menyebutnya alur kali itu sebagai Kali Jiglong.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/mengapa-disebut-bleber.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan yang Tercecer di Lorong Indah Pascapembongkaran</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/02/catatan-yang-tercecer-di-lorong-indah-pascapembongkaran.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/02/catatan-yang-tercecer-di-lorong-indah-pascapembongkaran.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2022 11:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=38512</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, TERLEPAS berapa puluh miliar kerugian meterial yang tertelan pahit, dan terekam di relung sanubari para pemilik bangunan di kompleks Lorong Indah (LI), Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo. Seharusnya hal tersebut tak perlu dihitung dan diperdebatkan dalam kancah penyesalan berkepanjangan, tapi anggaplah bahwa peristiwa itu  sebagai sebuah pertobatan akhir untuk sadar dan sesadar-sadarnya. Sadar tentang apa? Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_38511" aria-describedby="caption-attachment-38511" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-38511" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08717-1-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38511" class="wp-caption-text">Gundukan puing pascapembongkaran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, TERLEPAS berapa puluh miliar kerugian meterial yang tertelan pahit, dan terekam di relung sanubari para pemilik bangunan di kompleks Lorong Indah (LI), Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo. Seharusnya hal tersebut tak perlu dihitung dan diperdebatkan dalam kancah penyesalan berkepanjangan, tapi anggaplah bahwa peristiwa itu  sebagai sebuah pertobatan akhir untuk sadar dan sesadar-sadarnya.</p>
<p>Sadar tentang apa? Hal itu tentu menjadi sebuah ungkapan yang mudah diteorikan, tapi menjadi sebuah kesulitan paling besar bahwa sebelum melangkah setiap orang diberi kesempatan berpikir dan mempertimbangkan. Yakni, jangan memulai sesuatu hal yang dari awal sudah menunjukkan risiko dengan kategori sebagai sesuatu hal yang &#8221;asosial.&#8221;</p>
<p>Kondisi itulah yang mewarnai sebuah  catatan tercecer pascapembongkaran bangunan di LI, di mana fasilitas bangunan teresebut  masing-masing milik perorangan selama ini sengaja dimanfaatkan untuk membuka kegiatan usaha prostitusi. Sedangkan praktik hal-hal maksiat seperti itu, jelas dari sisi hukum negara maupun agama benar-benar melarang, dan sangat mengharamkannya.</p>
<p>Bukti dan dampak langsung dari proses pelarangan praktik itu sendiri, akhirnya pun menjadi karma hidup dalam bentuk penghancuran bangunan yang untuk membangunnya tentu membutuhkan biaya tidak murah. Dengan demikian, kendati mereka berteriak bahwa itu adalah harta benda bagi para pemiliknya, maka sisi hukum saja tak pernah mempedulikannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-38509" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08733-1-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_38508" aria-describedby="caption-attachment-38508" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38508" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08739-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38508" class="wp-caption-text">Hamparan bongkahan bongkoran bangunan di Komplek Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Margorejo sampai Senin (7/Februari) 2022 hari ini.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Jangankan dari sisi mata hukum, karena dari sisi mata sosial saja juga tak ada yang peduli, karena dianggap kondisi di kompleks LI memang sebuah realitas &#8221;asosial&#8221;  yang harus dijauhi. Sebab, salah-salah yang merasa sedikit ikut peduli akan terancam ikut menanggung dosa-dosa proses dari berlangsungnya praktik-praktik &#8221;asosial.&#8221;  dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Jika sedikit kita mau mencontohkan, semisal robohnya bangunan di kompleks LI ini sebuah peristiwa terjadinya bencana alam di lokasi lain, maka pasti banyak kelompok-kelompok masyarakat &#8221;mengantri&#8221;  untuk peduli. Selebihnya, sisi lain robohnya bangunan tersebut akan dijadikan sebuah panggung kepedulian oleh kelompok peduli sosial dari mana saja.</p>
<p>Akan tetapi, karena bangunan di Kompleks LI yang dirobohkan ini adalah sebagai pusat maksiat, maka baru terbersit berpikir saja sudah merasa berdosa. Sehingga jangan harap, hari ini dan hari-hari berikutnya nanti akan muncul pihak-pihak yang merasa mempunyai kepedulian, meskipun hanya sekadar ikut berpikir bagaiamana cara mengatasi hamparan bekas bongkaran dan bongkahan material bangunan tersebut.</p>
<p>Padahal, jika kondisi itu bisa segera bersih dengan adanya uluran bantuan dari pihak yang sedikit merasa peduli, hal itu tentu juga akan ikut sedikit mengurangi beban dari dampak hasil &#8221;asosial&#8221; tersebut. Siapa tahu, setelah lokasi itu bersih dari hamparan berserakannya materia bekas bongkaran, ada yang berminat menyewanya untuk ditanami tanaman pangan berkelanjutan.</p>
<p>Atau minimal, paling tidak, ada yang tertarik untuk menyewa dan mengolahnya untuk ditanami tanaman semusim. Hal paling mudah dilakukan, adalah untuk ditanami berbagai jenis sayuran, mulai dari tomat, kacang pancang, kemangi, terong, sawi, kangkung, cabe dan jenis sayur lainnya, dan asal tidak digunakan mendirikan bangunan lagi.</p>
<p>Ya, lebih baik kita coba lihat dan kita tunggu saja&#8230;..!!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/02/catatan-yang-tercecer-di-lorong-indah-pascapembongkaran.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencatat Sejarah Berdirinya Sanggar Bakti Pramuka Kwaran Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/02/mencatat-sejarah-berdirinya-sanggar-bakti-pramuka-kwaran-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/02/mencatat-sejarah-berdirinya-sanggar-bakti-pramuka-kwaran-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2022 08:43:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=38250</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SEJARAH keberadaan Sanggar Bakti Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Juwana, perlu dicatat oleh semua anggota Pramuka di wilayah Kwaran ini. Tujuannya tak lain, agar asal-usul fasiltas yang juga sempat tak terawat beberapa tahun lalu, agar diketahui oleh semua pihak, untuk menghindari kesalahpahaman dan saling tidak percaya antara satu dan lainnya. Jika ada salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_38249" aria-describedby="caption-attachment-38249" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38249" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08651-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38249" class="wp-caption-text">Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwaran) Juwana periode sekarang, Sutar (atas) bersama mantan Ka Kwaran beberapa periode sebelumnya (2001 &#8211; 2016), Mustar dan salah seorang pengurus lainnya (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, SEJARAH keberadaan Sanggar Bakti Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Juwana, perlu dicatat oleh semua anggota Pramuka di wilayah Kwaran ini. Tujuannya tak lain, agar asal-usul fasiltas yang juga sempat tak terawat beberapa tahun lalu, agar diketahui oleh semua pihak, untuk menghindari kesalahpahaman dan saling tidak percaya antara satu dan lainnya.</p>
<p>Jika ada salah satu tokoh Pramuka di Juwana yang perlu dicatat pula sebagai penggagas berdirinya sanggar bakti tersebut, tidak lain adalah (almarhum) Kak Nasir Hendro Winarno yang dikenal sebagai Nasir HW. Melalui usaha almarhum yang harus menjadi pelatih tari tayub kepada warga Koro, di Kecamatan Pucakwangi, akhirnya memperoleh imbalan bangunan joglo dari bahan kayu jati yang diusung ke Juwana untuk sanggar bakti.</p>
<p>Bersama para tokoh lainnya yang kebanyakan sudah almarhum, papar Ka Kwaran Juwana periode sekarang, Sutar, seperti Kak Suparman dari Satuan Karya (Saka) Bahari, dan juga Kak Moh Soleh, mantan Kepala Desa Kebonsawahan, akhirnya sanggar bakti tersebut berhasil didirikan di pinggir Jl Sunan Ngerang. Tepatnya, masuk Desa Kebonsawahan, bersebelahan dengan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Juwana.</p>
<p>Sedangkan salah satu tokoh lainnya yang juga ikut mempunyai andil besar berdirinya, fasilitas sanggar bakti tersebut tak lain, adalah Kak Mustar yang selama beberapa periode dipercaya sebagai Ka Kwaran Juwana. &#8221;Tepatnya, yakni sejak Tahun 2001 s/d 2016 yang juga kami minta hadir untuk memberikan penjelasan kepada media,&#8221;ujar Sutar seraya menunjuk Ka Mustar yang duduk di sebelah kanan yang bersangkutan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-38247" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08647-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_38246" aria-describedby="caption-attachment-38246" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38246" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08607-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38246" class="wp-caption-text">Sanggar Bakti Gerakan Pramuka Kwaran Juwana dan deretan kios di depannya yang prosesnya nanti akan menjadi hak milik Pramuka, hanya tinggal menunggu waktu saja.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Karena itu, lanjut Sutar, kondisi sanggar bakti yang satu-satunya dimiliki Kwaran Juwana mengingat Kwaran lain hingga sekarang belum ada yang punya, sudah pasti kondisi pasang surut tak bisa dihindari. Bahkan atap gentingnya saja, pernah mengalami kerusakan cukup parah ketrika Ka Kwarcab Pati dipimpin Kak Hj Kartina Sukawati, sehingga Kak Mustar selaku Ka Kwaran kala itu berupaya keras untuk mendapat bantuan meterial tersebut.</p>
<p>Kendati bantuan diberikan, tapi ketika atap genteng tersebut dipasang ternyata tidak mencukupi, sehingga harus mencari lagi untuk menutup kekurangannya. Begitu urusan itu bisa diselesaikan, justru kembali muncul permasalahan baru, yaitu rusaknya jembatan di depan sanggar bakti yang merupakan saluran air di sepanjang pinggir Jl Sunan Ngerang.</p>
<p>Dengan demikian, begitu permasalahan yang satu ini bisa diatas ternyata deretan permasalahan lain juga tak bisa dihindari. Yang lebih memprihatinkan, sanggar bakti yang akhirnya jarang dimanfaatkan untuk kegiatan kepramukaan menjadi tempat sasaran perebutan tak senonoh. dan tidak cukup dengan itu karena sanggar ini untuk berjudi juga tak bisa dihindari.</p>
<p>Sedangkan yang tak kalah memprihatinkan, lingkungan sanggar juga menjadi sasaran untuk membuang air oleh orang-orang yang berada di lingkungan Pasar Porda Juwana, karena untuk membuang air secara sembarangan. &#8221;Karena itu, jika sekarang sudah kembali tertata tetap membutuhkan uluran tangan dari pemerintah kabupaten atau pihak Kwarcab, untuk terus menatanya secara maksimal,&#8221;harap Kak Sutar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/02/mencatat-sejarah-berdirinya-sanggar-bakti-pramuka-kwaran-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deretan &#8221;Warung Plus&#8221; di Pinggir Jalan Raya Pati &#8211; Kudus</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/02/deretan-warung-plus-di-pinggir-jalan-raya-pati-kudus.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/02/deretan-warung-plus-di-pinggir-jalan-raya-pati-kudus.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2022 10:17:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=38216</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JIKA ada pepatah bahwa &#8221;kuman di seberang lautan tampak,&#8221; tapi gajah di pelupuk mata adalah sebaliknya, hal itu tentu dianggap mencederai rasa keadilan di masyarakat di Kabupaten Pati. Sebab, kabupaten ini sekarang tengah gencar memberangus praktik prostitusi sehingga kompleks yang ada pun dengan tegas ditutup sudah beberapa bulan lalu. Tidak hanya cukup sengan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_38215" aria-describedby="caption-attachment-38215" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38215" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08636-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38215" class="wp-caption-text">Deretan warung penjual nasi/lontong, minuman kopi dan teh serta es teh maupun yang lainnya juga tersedia &#8221;layanan plus.&#8221; Letaknya di pinggir jalan raya Pati-Kudus, ikut Desa/Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, JIKA ada pepatah bahwa &#8221;kuman di seberang lautan tampak,&#8221; tapi gajah di pelupuk mata adalah sebaliknya, hal itu tentu dianggap mencederai rasa keadilan di masyarakat di Kabupaten Pati. Sebab, kabupaten ini sekarang tengah gencar memberangus praktik prostitusi sehingga kompleks yang ada pun dengan tegas ditutup sudah beberapa bulan lalu.</p>
<p>Tidak hanya cukup sengan itu, karena selain Kampung Baru (KB), Ngemblok, luar tembok sebelah kanan Pasar Hewan Margorejo juga terdapat satu kompleks lainnya yang sudah terkenal dan punya nama cukup tenar. Yakni, yang disebut Kompleks Lorong Indah (LI) di Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, dan awal keberadaannya sudah berlangsung sejak awal 1999 hingga sekarang.</p>
<p>Khusus kompleks yang disebut terakhir, selain ditutup praktik prostitusinya juga harus dibongkar fasilitas bangunannya, karena dianggap melanggar Perda tentang RTRW. Karena kawasan tersebut, adalah menjadi bagian dari pertanian berkelanjutan, serta menjadi kawasan hijau, sehingga dilarang keras di lokasi berdiri bangunan dalam bentuk apa pun.</p>
<p>Akan tetapi, jika kondisi tersebut dikaitkan dengan pepatah di atas, maka ada sesuatu hal yang jelas-jelas tampak, ternyata sampai sekarang justru terjadi pembicaran. Kondisi tersebut, apalagi jika tidak menyangkut deretan warung di pinggir jalan raya yang justru memberikan &#8221;layanan plus&#8221;, kecuali satu warung yang memang benar-benar murni berjualan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-38213" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08631-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_38212" aria-describedby="caption-attachment-38212" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38212" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/02/DSC08632-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38212" class="wp-caption-text">Deretan warung layanan plus di pinggir jalan raya Pati-Kudus, jika dihitung dengan cermat jumlahnya ada 11 buah, mulai dari seputuran depan SPBU hingga dekat kuburan, dan ada juga yang disebelah kiri SPBU.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Dengan demikian, papar salah seorang yang setiap saat mengetahui kondisi sebenarnya warung itu, atau sebut saja namanya &#8211;S Mamet&#8211;, jika memang ingin membersihkan praktik prostitusi, seharusnya baik yang berada di dalam kompleks yang sudah ditutup juga perlu diikuti yang berada di luar kompleks. Bahkan tempat yang disebut terakhir, sudah beberapa bulan ini berdekatan dengan Pos Pengamanan kompolek-komplek prostitusi di Margorejo yang sudah resmi ditutup.</p>
<p>Akan tetapi para pengunjung sama sekali tanpa merasa sungkan, dan juga tidak peduli pagi, siang, malam maupun dinihari. &#8221;Padahal, bapak-bapak yang bertugas di tempat itu secara bergantian hingga 1 X 24 jam, ternyata juga dianggap sepi saja, sehingga apa bedanya yang di beberapa tempat ditutup tapi yang di pinggir jalan dibiarkan,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Sementara dari sumber yang mengetahui kondisi lokasi tersebut, tarif penyedia jasa juga tidak terlalu mahal tergantung hasil kesepakatan, di mana hasil kesepakatan biasanya paling murah adalah Rp 100.00 dengan durasi cukup singkat. Dengan tarif jasa sebesar itu, pemilik tempat/warung sekali pakai mendapat bagian Rp 20.000, dan jasa keamanan swakarsa juga besarannya sama, sehingga penyedia jasa mendapat Rp 60.000.</p>
<p>Bahkan yang membuat geleng kepala ketika ada seorang peminta-minta dari hasil jerih payahnya meminta belas kasihan dalam bentuk recehan ditukarkan di bank, menjadi ratusan ribuan ternyata juga menuju ke tempat tersebut melakukan transaksi esek-esek itu. &#8221;Bahkan saat selesai, penyedia jasa diminta mengambil sendiri untuk bayarnya,&#8221;ujar sumber itu sambil geleng-geleng kepala.</p>
<p>Ditanya dalam kesempatan terpisah berkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyo AP MSi menyampaikan belum ada tindakan dan langkah yang dilakukan. &#8221;Kami belum menerima petunjuk,&#8221;ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/02/deretan-warung-plus-di-pinggir-jalan-raya-pati-kudus.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasal 167 KUHP Mendadak Juga Jadi Bahan Pembicaraan di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/01/pasal-167-kuhp-mendadak-juga-jadi-bahan-pembicaraan-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/01/pasal-167-kuhp-mendadak-juga-jadi-bahan-pembicaraan-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2022 17:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=38157</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, INI barangkali karena sudah banyaknya masyarakat yang melek hukum, atau kuatnya pengaruh media sosial yang mengangkat apa saja permasalahan ke permukaan untuk berbagai hal kehidupan. Sehingga apa saja, saat ini semua jenis informasi yang bisa dinikmati dan juga menjadi bahan pembicaraan oleh siapa saja, dan bahkan menjadi viral di masyarakat. Salah satu contoh peristiwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_38155" aria-describedby="caption-attachment-38155" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-38155" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08024-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-38155" class="wp-caption-text">Bangunan di lingkungan kompleks LI, Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, Pati yang selama ini atau sudah berbulan-bulan pintunya tutup rapat karena kompleks prostitusi itu memang secara resmi sudah ditutup.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, INI barangkali karena sudah banyaknya masyarakat yang melek hukum, atau kuatnya pengaruh media sosial yang mengangkat apa saja permasalahan ke permukaan untuk berbagai hal kehidupan. Sehingga apa saja, saat ini semua jenis informasi yang bisa dinikmati dan juga menjadi bahan pembicaraan oleh siapa saja, dan bahkan menjadi viral di masyarakat.</p>
<p>Salah satu contoh peristiwa yang baru beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Serdang, Sumatra Utara (Sumut), di mana petugas Satpol PP yang tengah berteduh karena hujan,  di teras sebuah rumah diusir oleh warga. Beberapa warga yang berdatangan mengusir sejumlah Satpol PP tersebut dengan alasan, karena mereka tidak memiliki izin untuk berteduh.</p>
<p>Bagaimana dengan kondisi di Pati saat ini? Meskipun tidak ada hubungannya dengan peristiwa itu, ternyata menjelang waktu berakhirnya surat perintah (SP) pembongkaran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI), di Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, seperti ada benang merah kusut yang sengaja disambung-sambungkan dalam sebuah pembicaraan di kalangan masyarakat.</p>
<p>Sedangkan tempat pembicaraan tersebut, juga tidak jauh berbeda berlangsungnya, yaitu di warung kopi angkringan yang sudah menjadi ruang publik di mana-mana, di Kabupaten Pati ini. Dengan demikian, hal tersebut sama juga tempat berlangsungnya tebak-tebakan berkait, bagian bangunan di LI yang akan dibongkar oleh petugas pada Selesa (1/Februari) 2022 besok.</p>
<p>Hal itu menyusul bahwa Senin (31/Januari) 2022 atau hari ini, adalah batas akhir berlakunya SP pembongkaran bangunan di kompleks tersebut. Akan tetapi selama ini, atau selama berlakunya SP itu banyak warga pemiliknya tidak mengindahkan, sehingga pembongkaran paksa oleh petugas tentu merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan.</p>
<p>Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan dalam pelaksanaan pembongkaran bangunan tersebut, ternyata warga yang tengah membicarakannya di warung kopi angkringan, justru bisa mengendus kental dan lekatnya permasalahan yang dihadapi petugas Satpol PP Kabupaten Serdang. Yakni, masuk dan berada di rumah orang lain (kendati di teras), karena tidak mempunyai izin (berteduh?), ternyata diusir oleh warga.</p>
<p>Dengan demikian, kondisi tak jauh berbeda jika personel petugas yang harus membongkar bangunan di kompleks LI, tentu sama saja memasuki pekarangan dalam lingkungan rumah yang pintunya tertutup milik warga tersebut. Sehingga, dalam pembicaraan di warung kopi itu ada yang mencatat tentang bunyi Pasal 167 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).</p>
<p>Dalam pasal tersebut, sesuai kutipannya yang tertulis di Hp Androidnya, adalah &#8221;Barang siapa dengan melawan hak orang lain masuk dengan memaksa ke dalam rumah atau ruangan yang tertutup atau pekarangan yang dipakai oleh orang lain, atau sedang ada di situ dengan tidak ada haknya, tidak dengan segera pergi dari tempat itu atas permintaan orang yang berhak atau atas nama orang yang berhak, dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-&#8221;(sn)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/01/pasal-167-kuhp-mendadak-juga-jadi-bahan-pembicaraan-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Tercecer dari &#8221;Pilgabur&#8221; Dukuh Randu</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/01/yang-tercecer-dari-pilgabur-dukuh-randu.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/01/yang-tercecer-dari-pilgabur-dukuh-randu.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2022 11:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=37906</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SAMA sekali tidak ada niatan warga Dukuh Randu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, menggelar pembelajaran tentang proses demokratisasi berkait dengan pelaksanaan pemilihan penjaga kubur (Pilgabur), Minggu (23/Januari) 2022 kemarin. Pemilihan penjaga kubur dengan proses pencoblosan nama-nama calon pendaftar tersebut, memang menjadi pilihan yang tak bisa dihindari. Hal itu semata-mata, agar di antara warga tidak saling bersinggungan atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_37904" aria-describedby="caption-attachment-37904" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-37904" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08576-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-37904" class="wp-caption-text">Untuk menjaga agar kuburan atau makam warga Dukuh Ngrandu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, tetap bersih dipilihlah seorang yang dipercaya untuk menjaga dan merawatnya.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, SAMA sekali tidak ada niatan warga Dukuh Randu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, menggelar pembelajaran tentang proses demokratisasi berkait dengan pelaksanaan pemilihan penjaga kubur (Pilgabur), Minggu (23/Januari) 2022 kemarin. Pemilihan penjaga kubur dengan proses pencoblosan nama-nama calon pendaftar tersebut, memang menjadi pilihan yang tak bisa dihindari.</p>
<p>Hal itu semata-mata, agar di antara warga tidak saling bersinggungan atas kepentingan dalam memberikan dukungan calon yang dijagokan. Sebab, jumlah mereka ada empat orang yang berdasar nomor urut dalam pemilihan (1) adalah Sadiyo, (2) Pujiono, (3) Sulasmono, (4) Lasno, dan akhirnya Sadiyo yang memenangkan pemilihan tersebut dengan mengantongi perolehan 179 suara.</p>
<p>Atas keterpilihannya sebagai penjaga kubur di dukuh tempat tinggalnya, papar beberapa warga setempat, pada Minggu malam (tadi malam), warga RT 02 dukuh itu pun kedatangan para mantan calon yang menjadi rival dalam persaingan tadi pagi sebelumnya. Ketiga calon yang tidak terpilih tersebut, dengan &#8221;legawa&#8221; untuk mengucapkan atau memberi ucapan selamat atas terpilihnya Sudiyo pesaingnya.</p>
<p>Tampaknya hal itu adalah sesuatu yang biasa, tapi dalam &#8221;Pilgabur&#8221; tersebut bisa dipetik satu pelajaran berharga dalam berdemokratisasi, yaitu &#8221;siap menang siap kalah,&#8221; sehingga tidak dampak negatif yang muncul atas kekalahan calon yang menjadi rivalnya. &#8221;Padahal, kondisi sebagai dampak kekalahan dalam hal pemilihan di Pati, khususnya pemilihan kepala desa menimbulkan hal-hal yang berkepanjangan,&#8221;ujar salah seorang, tokoh muda dukuh setempat, Pamungkas.</p>
<p>Jika calon yang tidak terpilih bersama pendukungnya, ternyata tidak berpotensi memunculkan hal-hal di luar balutan kekecewaan, tentu saja wajar. Sebab yang berlangsung di Dukuh Randu hanyalah pemilihan seorang penjaga kubur, sehingga ke depan tidak menjanjikan gengsi dan harga diri sebuah jabatan yang menuntut atas dihormatinya orang yang keluar sebagai pemenang.</p>
<p>Kendati demikian, siapa pun mereka jangan sampai abai terhadap tugas-tugas penjaga kubur yang jika tidak ditetapkan akan memunculkan permasalahan tersendiri di kalangan warga. Karena itu, satu hal yang patut dipuji adalah tingginya tingkat kesadaran warga setempat untuk hadir menggunakan pilihannya, sehingga tidak berlaku yang selama ini menjadi kebiasaan warga Pati &#8221;ola huwik ola obos&#8221; atau kalau tidak ada uang tidak mencoblos.</p>
<p>Bahkan kerelaan mereka hadir di TPS &#8221;Pilkabur&#8221; tersebut, justru kebanyakan atau lima puluh persen lebih adalah dari kalangan &#8221;emak-emak.&#8221; Dengan kata lain, kelompok inilah yang mewakili kepala keluarga yang mempunyai hak pilih, di mana satu kepala keluarga (KK) adalah satu hak pilih khususnya kalangan laki-laki, tapi diambil posisinya oleh emak-emak.</p>
<p>Hal lain yang juga cukup menarik perhatian, adalah dalam penyikapan &#8221;Pilgabur&#8221; ini ternyata juga mengundang pihak atau warga lain desa berdatangan setelah mendengar kabar di Dukuh Randu ada pemilihan. &#8221;Mereka tak lain, adalah kelompok orang orang yang selama ini bila ada pemilihan kesukaannya adalah botohan (bertaruh), dan kebisaan tersebut sampai saat ini belum juga hilang,&#8221;tandas Pamungkas, menyayangkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/01/yang-tercecer-dari-pilgabur-dukuh-randu.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Awal Tahun 2022;  Jangan Terlalu Banyak Berharap Seperti  Matahari Akan Berubah Arah Terbitnya</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/01/catatan-awal-tahun-2022-jangan-terlalu-banyak-berharap-seperti-matahari-akan-berubah-arah-terbitnya.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/01/catatan-awal-tahun-2022-jangan-terlalu-banyak-berharap-seperti-matahari-akan-berubah-arah-terbitnya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2022 05:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Awal Tahun 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=37022</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JIKA Samin News (SN) membuat catatan di awal Tahun 2022, hal itu bukan berarti meramal hal-hal yang akan terjadi selama satu tahun mendatang, melainkan semata-mata hanya mengingatkan. Yakni, hendaknya kita tak perlu banyak mengharap seperti matahari tersebut akan berubah dari arah terbitnya, karena memang masih selalu setia terbit dari timur dan tenggelam di barat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_37020" aria-describedby="caption-attachment-37020" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-37020" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC08414-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-37020" class="wp-caption-text">Matahari yang kali pertama terbit di hari pertama, Sabtu (1/Januari) 2022 pada pukul 06.05, karena sebelumnya tertutup mendung.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, JIKA Samin News (SN) membuat catatan di awal Tahun 2022, hal itu bukan berarti meramal hal-hal yang akan terjadi selama satu tahun mendatang, melainkan semata-mata hanya mengingatkan. Yakni, hendaknya kita tak perlu banyak mengharap seperti matahari tersebut akan berubah dari arah terbitnya, karena memang masih selalu setia terbit dari timur dan tenggelam di barat.</p>
<p>Sebab, biasanya besar harapan dan bahkan sampai berlebihan maka hasil yang dituai adalah kekecewaan, sehingga tak ubahnya kekecewaan yang harus ditelan oleh puluhan juta rakyat Indonesia. Apalagi, jika tidak kekecewaan karena Timnas kita dalam leg 1 Piala AFF Tahun 2020 beberapa hari lalu dilibas Tim Thailand 4-0 tanpa balas.</p>
<p>Dengan demikian, dalam final di leg 2 hari ini saat bersamaan dengan hadirnya awal Tahun 2022, hendaknya tidak perlu lagi menyandarkan harapan, bahwa Timnas kita akan melakukan revans dengan target harus menang 5-0 atas Thailand. Kendati filosofi bahwa bola itu bundar, tapi harapan yang memang terlalu berlebihan tersebut akan kembali menebar kekecewaan yang sudah barang tentu kian bertambah besar.</p>
<p>Karena itu, jika di tahun ini kita tidak ingin menuai kekecewaan dalam banyak hal, maka lebih baik setiap individu mulai menata kesadaran diri, sejauh dan sebesar apa peluang kita untuk memasuki dan memperebutkan peluang yang tersedia. Sebab, hanya orang-orang yang memang benar-benar siap dalam kancah persaingan itulah yang akan keluar sebagai pemenang.</p>
<p>Mengingat hal tersebut, akan lebih baik jika seluruh harapan dan kesiapan jutaan rakyat negeri ini adalah mengharap serta bersiap-siap, untuk segera secepatnya menyelesaikan hal paling krusial selama ini. Yakni, merebaknya pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum juga dinyatakan secara resmi berakhirnya, sehingga siapa pun jutaan rakyat yang tidak mempunyai banyak peluang dan kesempatan ini akan terus terpuruk.</p>
<p>Di satu sisi, pemerintah memang terus gencar menciptakan kondisi Indonesia ini bisa segera terbebas dari masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Bahkan sampai sekarang, hal tersebut terus berlanjut, sehingga berbagai upaya rakyat ini harus selalu menerapkan dan mematuhi berlakunya ketentuan, yaitu protokol kesehatan (Prokes), serta upaya menangkal lainnnya melalui penciptaan kekebalan yang disebut pemberian suntikan vaksin.</p>
<p>Sampai-sampai aturan, bahwa untuk segala sesuatu urusan hajat hidup rakyat ini tergantung pada selembar kartu sebagai bukti nyata, bahwa yang bersangkutan memang benar-benar sudah menerima suntikan vaksin, untuk kali kedua. Konsekuensi logis, pemerintah juga harus mengeluarkan anggaran cukup besar, karena mencapai triliunan rupiah, termasuk yang terbesar adalah sebagai alokasi berbagai jenis bantuan kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>Akan tetapi, dampak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berulang-ulang hingga sekarang, akhirnya warga yang merasa berkemampuan pun melakukan &#8221;perlawanan.&#8221; Yakni, menganggap bahwa masalah Covid-19 ini suatu hal yang dibesar-besarkan, meskipun fakta menunjukkan bahwa jumlah warga yang terpapar dan merenggut nyawanya juga mencapai ribuan.</p>
<p>Rasanya pendapat dan anggapan demikian, tentu kurang bijaksana di balik upaya pemerintah yang terus berupaya maksimal untuk keluar dari lingkaran ancaman Covid-19. Sehingga, semua rakyat di negeri ini tentu harus ikut nyengkuyung agar rakyat lainnya yang tidak mampu dan tidak mempunyai kesempatan di tahun ini, tidak lagi harus berhadapan dengan buramnya kondosi pandemi.</p>
<p>Apalagi, terhadap kondisi anak-anak kita yang seharusnya lebih leluasa mengenyam dan menikmati dunianya dengan terus belajar, terpaksa harus terpuruk masuk dalam lingkaran pembelajaran sistem daring yang juga berkepanjangan hingga sekarang. Sehingga kondisi tersebut banyak yang menjadikannya bahan olok-olok, karena jika ada lulusan SD, SMP, SMA maupun SMK disebutnya sebagai &#8221;Lulusan Corona.&#8221;</p>
<p>Demikian pula, jika ada perguruan tinggi yang meluluskan para sarjana juga disebut sebagai &#8221;sarjana corona&#8221; sejak diterapkannya PPKM. Karena itu, harapan paling tepat adalah harapan yang tidak berlebihan, seperti harapannya puluhan juta rakyat negeri ini terhadap Timnas kita yang dalam leg 2 Piala AFF Tahun 2020 bisa membalas kekalahan telaknya dari Thailand 4-0 pada leg 1 beberapa waktu lalu, karena besarnya harapan tersebut hasilnya justru akan bertambah menyakitkan.</p>
<p>Masih ada harapan lain mulai berjalannya waktu di awal tahun ini, meskipun itu bukan satu-satunya, tapi patut kiranya dilakukan oleh ratusan juta rakyat di negeri ini agar bisa kembali menatap masa depannya. Yakni, segera dinyatakannya bahwa masa pandemi Covid-19 ini berakhir, agar rakyat kita bisa bangkit dari keterpurukan berkepanjangan. Semoga&#8230;.!!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/01/catatan-awal-tahun-2022-jangan-terlalu-banyak-berharap-seperti-matahari-akan-berubah-arah-terbitnya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggagas Ubah &#8221;Lorong Indah&#8221; Menjadi Pusat Pondok Pesantren</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/menggagas-ubah-lorong-indah-menjadi-pusat-pondok-pesantren.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/menggagas-ubah-lorong-indah-menjadi-pusat-pondok-pesantren.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 09:58:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35603</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, MEMASUKI kompleks Lorong Indah (LI), baik di pagi, siang, sore dan malam hari suasana senyap sudah menjadi bagian kondisi belakangan ini, karena situasi memang tidak sehingar-bingar dulu lagi. Karena itu, setelah tempat kegiatan usaha prostitusi tersebut ditutup ada yang menggagas sebuah ide &#8221;gila,&#8221; dan bahkan &#8221;aeng-aeng&#8221; agar tempat ini diubah menjadi sebuah pusat Pondok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35599" aria-describedby="caption-attachment-35599" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35599" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080191-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35599" class="wp-caption-text">Salah sebuah bangunan berhalaman luas milik warga yang bersebelahan dengan Lorong Indah (LI) juga ditutup kegiatan usahanya sebagai tempat karaoke. (Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, MEMASUKI kompleks Lorong Indah (LI), baik di pagi, siang, sore dan malam hari suasana senyap sudah menjadi bagian kondisi belakangan ini, karena situasi memang tidak sehingar-bingar dulu lagi. Karena itu, setelah tempat kegiatan usaha prostitusi tersebut ditutup ada yang menggagas sebuah ide &#8221;gila,&#8221; dan bahkan &#8221;aeng-aeng&#8221; agar tempat ini diubah menjadi sebuah pusat Pondok Pesantren di Kabupaten Pati.</p>
<p>Dari beberapa pendapat yang dihimpun, alasannya sederhana &#8211;moralitas&#8211;, sehingga kalau memang berani juga jangan kepalang tanggung dan hanya bicara, sehingga bagi yang merespons gagasan itu segera menindaklanjutinya. Hal tersebut bisa dari kalangan kiai, santri, maupun para dermawan yang dari satu sisi memang mempunyai kelebihan, termasuk harta benda miliknya yang bisa diwakafkan untuk mendirikan pusat ponpes itu.</p>
<p>Sebab, untuk mewujudkan gagasan &#8221;ngayawara&#8221; tersebut yang kali pertama harus disiapkan tak lain memang lahan cukup luas, dan itu hanya bisa didapat dengan cara membeli lahan milik para penghuni kompleks tersebut. Jika hanya bergantung pada harapan, maksimal ada di antara mereka yang mewakafkan harta bendanya itu, tentu ibarat pungguk merindukan bulan.</p>
<p>Dengan demikian, satu-satunya harus ada himpunan dana dari banyak pihak yang mempunyai komitmen demi selamatnya moralitas banyak manusia yang ketimbang kembali terperosok di lembah ini. Sehingga hanya ada satu jalan jihat, adalah membeli aset lahan dan bangunan milik mereka sebagai salah satu modal awal untuk menghapus prostitusi terbesar di Pati ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35602" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080211-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35601" aria-describedby="caption-attachment-35601" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35601" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC080221-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35601" class="wp-caption-text">Suasana siang hari di kompleks Lorong Indah (LI) saat ini yang lengang dan sepi.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, pihak pemerintah kabupaten setempat agar tidak dinilai kepalang basah dalam melakukan penutupan tempat tersebut, tentunya bersama jajaran legislatifnya juga sepaham. Yakni, untuk menutup dan mengubah tempat prostitusi menjadi pusat Ponpes di Pati, tentu harus benar-benar disadari memang membutuhkan biaya cukup besar.</p>
<p>Dengan kata lain, hal tersebut tidak hanya cukup jika hanya menggunakan pendekatan kekuasaan, tapi harus benar-benar menunda kepentingan yang tidak mendesak dalam satu atau dua tahun anggaran, untuk memenuhi gagasan &#8221;ngayawara&#8221; itu. Kendati ada yang memunculkan pendapat demikian, akan tetapi pihak yang berkompeten atau notabene pemerintahan Kabupaten Pati ini mengambil langkah nyata, dan tidak hanya retorika.</p>
<p>Hal tersebut sekalian sebagai ajang &#8221;kompetisi,&#8221; siapa yang paling besar perhatiannya untuk menyumbangkan harta benda miliknya demi selamatnya moralitas banyak orang. Dengan mengubah tempat tersebut menjadi pusat pondok pesantren, tentu akan banyak relawan yang ikut tergabung di dalamnya, paling tidak bisa ikut membantu mengajar kepada anak-anak yang nanti akan menjadi penghuninya.</p>
<p>Sekali lagi, karena namanya gagasan &#8221;gila,&#8221; tentu konsekuensinya akan banyak juga di antara warga yang menolaknya, karena kalau urusan moral adalah urusan masing-masing. Akan tetapi, dengan bisa diwujudkannya gagasan tersebut, bisa dipastikan bahwa di Pati tak layak lagi muncul sebuah kegiatan usaha yang disebut &#8211;prostitusi&#8211;. Tunggu apa lagi??</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/menggagas-ubah-lorong-indah-menjadi-pusat-pondok-pesantren.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlu Keberanian Menggunakan Pupuk NPK Buatan Sendiri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/perlu-keberanian-menggunakan-pupuk-npk-buatan-sendiri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/perlu-keberanian-menggunakan-pupuk-npk-buatan-sendiri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2021 02:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk NPK Buatan Sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35485</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, GAGASANNYA selama ini tak lain ingin mewujudkan agar pemakaian pupuk untuk tanaman yang dibudidayakan, utamanya para petani, adalah pupuk buatan sendiri. Sebab, bahan untuk keperluan itu banyak terdapat di kawasan lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Bahan yang dimaksud untuk keperluan tersebut, paparnya dalam berbincang dengan &#8221;Samin News&#8221;, Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com,</strong> GAGASANNYA selama ini tak lain ingin mewujudkan agar pemakaian pupuk untuk tanaman yang dibudidayakan, utamanya para petani, adalah pupuk buatan sendiri. Sebab, bahan untuk keperluan itu banyak terdapat di kawasan lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.</p>
<p>Bahan yang dimaksud untuk keperluan tersebut, paparnya dalam berbincang dengan &#8221;Samin News&#8221;, Senin (22/November) 2021 tadi pagi, adalah limbah  dan bahan organik lainnya berupa sampah yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi sebelum menjadi bahan buangan terlebih dahulu harus dipilah, bahan organik dan bahan lain yang masih bisa didaur ulang.</p>
<p>Khusus disebut terakhir, kandungan sampah yang terbuang biasanya hanya sebanyak 30 persen dan 70 persen sisanya berupa limbah organik, sehingga jika diproses menjadi pupuk tentu memakan biaya cukup besar. Salah satu yang tidak membutuhkan banyak biaya, adalah pemanfaatan limbah dari instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT) yang selama ini sudah dicoba untuk diproduksi.</p>
<p>Akan tetapi pemanfaatnya masih sangat terbatas, hanya untuk kalangan sendiri, karena tidak banyak masyarakat yang tertarik maupun menggunakannya. &#8221;Karena itu, para petani kita tentu tak mampu mencari terobosan jalan pemecahan bila tiap tahun harus menghadapi kesulitan  dalam upaya mendapatkan pupuk buatan pabrik, atau pupuk kimia atau juga pupuk non-organik,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35482" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079421-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35484" aria-describedby="caption-attachment-35484" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35484" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079411-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35484" class="wp-caption-text">Pupuk organik dari hasil sisa pengolahan limbah di IPLT kawasan TPA sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Karena itu, masih papar Suwiryo, perlu adanya perubahan pemahaman di kalangan para petani dan juga institusi/lembaga terkait dalam hal pemahaman tentang manfaat pupuk sendiri. Sehingga tidak terpaku pada penggunaan pupuk buatan pabrik mesti lebih unggul hasilnya dibanding penggunaan pupuk organik buatan sendiri, maka perlu muncul siapa pihak yang berkompeten berani memulainya.</p>
<p>Masalahnya, sampai saat ini proses pembuatan pupuk dari bahan organik ini belum pernah diujikan ke laboratorium, sehingga untuk pemakaiannya dalam sekala besar tentu masih menghadapi kendala. Padahal, dari bahan yang diolah saja jika ditambah satu unsur N (nitrogen) justru akan mudah menjadi pupuk NPK, yaitu nitrogen, fosfor (P) dan kalium (K).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35481" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079361-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35480" aria-describedby="caption-attachment-35480" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35480" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC079371-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35480" class="wp-caption-text">Contoh tanaman yang menggunakan pupuk dari hasil IPLT, baik jenis kacang hijau maupun cabai.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Untuk mencapai unsur itu juga tidak sulit, karena cukup dicampur dengan abu sekam, maka unsur perbandingan tentu harus menyesuaikan. Sedang pupuk NPK itu memiliki kandungan unsur hara dari nitrogen, fosfor dan kalium dengan beragam persentasenya tentu, sehingga jika pihak berkompeten ada yang memberikan contoh penggunaannya dalam skala besar seperti untuk demplot, pasti akan ada petani yang mengikuti.</p>
<p>Hanya saja sayangnya, sampai saat ini sisi lain dari IPLT memang hanya terbatas itu ke itu saja, tanpa mempunyai nilai lebih yang maksimal. Padahal, jika bahan organik dari sampah yang terbuang tersebut diolah secara maksimal, hasil pupuk organik yang didapat juga akan maksimal. &#8221;Lagi pula hasilnya juga tidak kalah dengan pupuk buatan pabrik,&#8221;imbuh Suwiryo.</p>
<p>Lebih baik ada keberanian jajaran pihak terkait untuk mencoba!!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/perlu-keberanian-menggunakan-pupuk-npk-buatan-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
